INAnews.co.id, Kupang -Diduga ada salah paham dalam rapat, seorang guru di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, diduga dianiaya oleh kepala sekolah dan keluarganya.
Ansel Nalle (44), seorang guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Oelbeba, Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, dianiyaya dikarenakan korban menanyakan dua hal yang dianggap menjadi sebuah kekeliruan.
Dalam video berdurasi 2 menit 38 detik, Ansel dikejar sambil di pukul oleh seorang lelaki berbaju merah diiringi teriakan dari belakang.
“Iwan, pukul kasi mati dia,” teriakan yang diduga dari istri Kepala Sekolah Dasar Oelbeba.
Kejadian penganiayan itu terjadi saat rapat kepala sekolah bersama para guru.
Kronologis pemukulan terjadi pada saat Ansel Nalle menanyakan dua hal yakni, tidak ada snack pada kegiatan ujian dan menanyakan hal yang kedua adalah berkaitan dengan dirinya dilaporkan oleh sang kepala sekolah Aleksander Niti ke Dinas PKO karena pekerjaannya.
Seketika Alexander di duga tersinggung dengan dua pertanyaan tersebut.
Lantas menghampiri Ansel dan menganiyanya berulang kali seperti beredarnya video dalam akun facebook Fokus Nusantara.
Ansel diduga sebelumnya mendapat pukulan di dalam ruang rapat, spontan korban Ansel berlari keluar dari ruangan dengan berteriak meminta pertolongan.
Bukannya pertolongan yang didapat oleh korban , malah langsung diteriaki oleh istri kepala sekolah, Erna Manu, dan sekelompok orang yang merupakan mantan anak muridnya sendiri.
Ansel Nalle korban yang dihubungi Minggu, 05 Juni 2022 melalui sambungan telepon, membenarkan kejadian dalam video yang beredar luas di masyarakat.
“Saya lari keluar dan berupaya minta pertolongan tapi saya di pukul oleh warga setempat yang sudah dipersiapakan oleh kepala sekolah terlebih dulu dan istri kepala sekolah Erna Manu teriak Iwan “Pukul Kasih Mati dia” (dalam Video),” sebut Ansel Nalle,
Lebih lanjut Ansel menuturkan selain dirinya dipukul, dilempar, diancam dan di caci maki oleh istri kepala sekolah, dan juga hape milik korban diambil oleh para pelaku.
“Teman – teman guru tidak dapat berbuat banyak karena mereka takut. Saya berusaha lagi lari dan minta perlindungan ke kantor desa,” tambahnya.
Setelah situasi aman dirinya diantar oleh Sekertaris Desa dan membuat laporan di Polres Kupang.
Kapolres Kupang Kapolres AKBP FX Irwan Arianto S.I.K M.H, membenarkan adanya laporan pengeroyokan tersebut dan saat ini dalam tahap penyelidikan dan dalam waktu dekat para pelaku akan dipanggil untuk di periksa.
Laporan tersebut tertuang dalam nomor laporan LP/ B / 135 / V / 2022 Tanggal 31 Mei 2022 dengan waktu kejadian 12.20 WITA.
Korban adalah Anselmus Nalle (44) asal Desa Noelbaki.
Kecamatan Kupang Tengah. Sementara terduga pelaku adalah Kepala SDN Oelbeba, Aleksander Nitti (58) bersama enam terduga pelaku lainnya.
Reporter : Dance Henukh
Editor : M Helmi







1 Komentar
Seorang Kepala Sekolah yang merupakan juga Seorang Guru harusnya bisa menjadi Contoh bagi anak didik dan Guru 2 lainnya
Ini namanya Guru kencing berdiri murid kencing berlari gak ada yang bisa diambil manfaatnya dari Kepala Sekolah