INAnews.co.id Bitung– Dampak dari kenaikan Tiket Pesawat sangat berpengaruh bagi pelayanan PT Pelni Cabang Bitung, hal ini dilihat dari lonjakan penumpang yang naik di KM Sinabung dengan tujuan dari pelabuhan Bitung ke pelabuhan Jaya Pura, Selasa 25 Juli 2022.
Dari hasil pantauan beberapa awak media penumpang KM Sinabung mencapai 3000 orang lebih, sehingga tidak sedikit penumpang yang tidak mendapatkan tempat tidur dan saling berdesak desakan.
Lonjakan penumpang ini sudah tentu melebihi dari kapasitas (Over Capasitas) KM Sinabung, yang seharusnya memuat penumpang dengan jumlah 2500 orang.
Agus S.R Nahkoda KM Sinabung saat dikonfirmasi terkait Over Capasitas mengatakan bahwa, penyebab utamanya adalah naiknya harga tiket pesawat sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan kapal laut.
“penyebabnya over capasitas di karenakan melonjaknya harga tiket pesawat sehingga mereka (penumpang) memilih lewat jalur laut melalui kapal KM sinabung, ” ungkap Agus.
Agus juga menyampaikan kalau lonjakan penumpang seperti ini kemungkinan akan berlanjut sampai akhir Agustus, karena harga tiket pesawat dengan tujuan Papua belum stabil.
“Ada kemungkinan lonjakan penumpang di KM Sinabung akan sampai akhir bulan aguatus, di karenakan harga tiket pesawat menujuh arah timur belum stabil,” beber Agus.
Saat di tanya soal banyaknya penumpang yang membeli tiket dan mendapatkan tiket Non Seat Agus pun menjelaskan bahwa, penumpang yang Non Seat sudah mendapat penjelasan dari pihak PT Pelni dan disetujui oleh calon penumpang tersebut.
“Untuk calon penumpang yang membeli tiket Non Seat berarti tidak mendapatkan tempat tidur tetapi dari pihak PT Pelni sudah menjelaskan kepada calon penumpang sebelum mereka membeli tiket, dan apa bila calon penumpang tidak mau kami tidak paksakan dan kalaupun sudah terlanjur memebeli tiket Non Seat maka uang tiket kami kembalikan 100%, “jelasnya.
Agus juga menghimbau kepada calon penumpang yang Non Seat agar tidak mencari tempat tidur di samping – samping real dek 7 kapal, karena faktor cuaca yang buruk, sehingga pihaknya tidak mau terjadi ada hal- hal yang tidak diinginkan.
“Kami selalu ingatkan kepada penumpang yang tidur di real dek 7 agar masuk kedalam ruangan kapal, dan petugas satpam kami akan lebih sering melakukan ronda keliling untuk memastikan keamanan penumpang di atas kapal,” tutup Agus.






