Menu

Mode Gelap
Genangan Air Pascabanjir terhadap Kesehatan Warga dan Tips Sehat Usai Banjir Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

OTOMOTIF

Saat WSBK Mandalika, Drone dan Kamera Ilegal Berpotensi Ganggu Frekuensi

badge-check


					Saat WSBK Mandalika, Drone dan Kamera Ilegal Berpotensi Ganggu Frekuensi Perbesar

INAnews.co.id, Lombok Tengah – Tak hanya beberapa pihak saja yang ikut mensuport event internasional Wolrd Superbike (WSBK), Balai Monitoring (Balmon) Sepektrum Frekuensi Radio (SFR) Kelas II Mataram juga ikut serta mensukseskan event tersebut.

Kepala Balai Monitor (Balmon) Sepektrum Frekuensi Radio (SFR) Kelas II Mataram, Kasno mengatakan bahwa peran Balmon mensuport semua event sesuai perintah pemerintah indonesia.

“Untuk di pemprov ntb kita sudah mensuport beberapa event internasional seperti WSBK, MotoGP dan MXGP,” ujarnya.

Selain itu, Kasno juga menjelaskan bahwa tugas Balmon saat event WSBK ini adalah menjaga proses balapan bisa dilihat di stasiun tv agar tidak terganggu saat event berlangsung.

“Kita juga bertugas membersihkan frekuensi untuk siaran balapan ini agar tayang di tv tanpa ada gangguan,” jelasnya.

Lebih lagi, Kasno menambahkan bahwa tim gabungan tenaga ahli telah diletakkan di beberapa titik di sekitar sirkuit guna mengantisipasi adanya ganggua frekuensi.

Terkait potensi gangguan, Kepala Balai Monitor (Balmon) Sepektrum Frekuensi Radio (SFR) Kelas II Mataram, Kasno mengatakna bahwa gangguan frekuensi bisa saja berasal dari signal drine, namun hingga saat ini belum ada terpantau drone ilegal yang terbang.

Selain drone, penyebab gangguan juga bisa berasal dari peletakan kamera yang tidak terdaftar/berizini.

“Sejauh ini peletakan kamera ilegal belum ada dan drone ini juga belum ada kita temukan,” tuturnya.

Sementara itu, Kasno juga memaparkan terkait penggunaan HT juga harus memiliki izin agar tidak mengganggu balapan wsbk nantinya dan saat ini total Chanel HT yang telah berizini yang diajukan pihak MGPA sebanyak 45 Chanel tersebar di area sirkuit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Gebrakan Awal Tahun 2026, Royal Alloy Luncurkan Scooter Matic Classic 250cc Sebagai Scooter Premium

20 Januari 2026 - 19:57 WIB

PT Altama Surya Anugerah Berikan Perlindungan Hukum Merek Tekiro, Konsumen Jangan Terkecoh Nama Merek Mirip Tekiro

28 Desember 2025 - 18:46 WIB

Jangan Terkecoh Harga Murah, Hati Hati Banyak Beredar Busi NGK Palsu

18 Desember 2025 - 19:13 WIB

Populer OTOMOTIF