INAnews.co.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto secara resmi membuka Konggres Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) ke 9, di Golden Boutique Hotel Jakarta, 8 – 11 Juli 2023.

Konggres kali ini bertemakan, “Kontrak Sosial Baru untuk Perlindungan Buruh dalam Transformasi Industri”.
Dalam Konggres ini dihadiri seluruh Federasi yang tergabung dalam KSBSI diantaranya adalah buruh sektor industri dari mulai pendidikan, pelatihan, kimia, kesehatan, farmasi, niaga, keuangan, perbankan, perkebunan dan kehutanan, pertambangan dan energi, transportasi, konstruksi, metal dan elektronik, garmen, tekstil, sepatu dan industri kulit, hingga makanan, minuman, restoran, pariwisata dan perhotelan.
Tampak hadir MPO KSBSI Rekson Silaban dan seluruh jajaran DEN KSBSI Elly Rosita Silaban yang juga Presiden KSBSI, Dedi Hardianto Sekjend KSBSI, mendampingi kehadiran Presiden ITUC- Akiko Gono dan Sekjend ITUC AP – Shoya Yoshida, Direktur ILO Jakarta – Mrs Michiko Miyamoto, Direktur BPJS Ketenagakerjaan – Anggoro Eko Cahyo, Ketua Umum APINDO – Sinta Widjaja Kamandani, juga tampak hadir walau terlambat Presiden KSPSI – Andi Ghani Nena Wea.

Menko Airlangga Hartarto, dalam sambutan mengingatkan KSBSI, “Indonesia saat ini juga dihadapkan pada tantangan bonus demografi di mana pada tahun 2030 diperkirakan jumlah penduduk usia kerja akan mencapai 201 juta orang atau setara 68,1% dari jumlah penduduk. Berbagai tantangan tersebut menunjukan bahwa penyediaan lapangan kerja menjadi hal penting yang harus disiapkan agar partisipasi angkatan kerja dapat terus meningkat seiring peningkatan jumlah penduduk usia produktif.”
“Bonus demografi ini hanya 1 kali di dalam sejarah peradaban suatu bangsa. Dan bonus demografi ini untuk menentukan apakah negara kita, negara Indonesia ini mampu lepas dari jebakan negara menengah. Nah ini menjadi tantangan buat kita, makanya kita harus meningkatkan produktivitas dan kita harus melakukan continue learning atau belajar terus menerus,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menko Airlangga juga menyampaikan kondisi terkini perekonomian Indonesia dan mengatakan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi dan optimisme para pekerja ataupun buruh.
Misalnya Purchasing Managers’ Index atau PMI Indonesia yang kemarin baru dirilis yaitu 52,5%, tertinggi di kawasan ASEAN. Perekonomian mampu tumbuh di 5%, tertinggi kedua diantara negara G20. Lalu, inflasi yang terjaga dan terkendali yakni 3,52% pada Juni 2023.
“Dan pertumbuhan ini sekali lagi adalah kontribusi dari kita semua, dari para pengusaha dan juga dari para pekerja ataupun para buruh,”
Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan,bahwa tantangan ketenagakerjaan lainnya yang dihadapi Indonesia yakni rendahnya produktivitas tenaga kerja. Terkait itu, Pemerintah berupaya menumbuhkan produktivitas tenaga kerja dengan meningkatkan kualitas para pekerja, salah satunya melalui program Kartu Prakerja yang seluruhnya dilaksanakan secara digital.
‘Salah satu kebijakan lain yang dibuat Pemerintah yakni Proyek Strategis Nasional. Dan Proyek Strategis Nasional ini mempekerjakan banyak tenaga kerja. Nah ini yang terus kita dorong bahwa inti dari hampir seluruh program kerja Pemerintah adalah untuk mendorong penciptaan lapangan kerja,” pungkas Airlangga.






