INAnews.co.id, Jakarta – Ketua umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) menerima delegasi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di kantor DPP PDI Perjuangan Menteng Jakarta, Jumat 17 November 2023.
“Keberhasilan China dalam mengentaskan kemiskinan dengan teknologi menjadi negara nomor 2 di dunia, merupakan terobosan hebat dan terbukti mendapatkan apresiasi dunia. Saat ini, negara China terbebas dari kemiskinan,” kata Prof Dr Rokhmin Dahuri Ketua umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI).
Sejak 2016 lalu, kata Prof Rokhmin, tidak ada lagi kemiskinan di China. Ini merupakan langkah yang amazing.
“Kami ingin sekali belajar dari China agar dapat mengentaskan kemiskinan di Indonesia,” ujar Prof Rokhimin dalam rilis diterima Redaksi pada Minggu 19 November 2023.
Rombongan delegasi RRT yang dipimpin Ms. Li Shijia Deputy Director-General, Bureau of Coordination, International Department, CPC, disertai antara lain Mr. Zhou Jianhong Deputy Sercretary of CPC Xingtang Country Committee, Hebei Province; Ms. Wang Lu Senior Researcher, Bureau of Coordination, International Department, CPC; Mr. Cui Daiyue Staff Member, Bureau of Coordination, International Department, CPC.
Menurut Prof Rokhmin, terdapat 3 kantong kemiskinan di Indonesia, yaitu kaum petani, nelayan, dan buruh.
Kondisi inilah yang membuatnya ingin belajar dari China sehingga negeri ini mampu meningkatkan kehidupan mereka, dapat hidup sejahtera.
“Kami mengharapkan pertemuan ini dapat menghasilkan kerja sama long term yang baik dengan RRT untuk program pengentaskan kemiskinan. Kami optimis program masa depan ini dapat dijalankan jika tersedia fasilitas hibah, termasuk juga teknologi dan permodalan,” ucapnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Hanjaya, Bidang Kerjasama Internasional DPP PDIP, Sekjen GNTI Ama Bonapon, bererapa pengurus GNTI antara lain Dr. Subagyo, Supramono, SH, Samsul M, dan Muhammad Islam mewakili Megawati Institute.
Ketua delegasi RRT, Ms. Li Shijia berterima kasih dapat berkunjung dan bertemu pimpinan dari GNTI dan PDIP.
Ms Li mengatakan bahwa pihaknya selama ini sudah bekerja sama dengan sekitar 600 partai politik di lebih dari 106 negara di dunia.
Ms Li mengatakan bahwa Duta Besar RRT di Jakarta sudah diterima Ketua Umum PDIP Ibu Megawati pada tahun 2012 lalu.
“Ibu Mega juga sudah beberapa kali melakukan kunjungan ke China serta menghadiri Forum Perdamaian Dunia (WPF) di Beijing tahun 2019,” ucap Ms. Li.
Kali ini merupakan kunjungan ke luar negeri pertama Ms Li Shijia pasca pandemi. Ms Li mengatakan pihaknya akan melakukan kerja sama dan program-program pertukaran yang lain.
“Kami bukan hanya mengenal, tetapi akan lebih meningkatkan kerja sama dengan sahabat-sahabat lama. Kami ingin dapat melayani lebih banyak dan bekerjasama meningkatkan perkembangan kehidupan ekonomi, sosial, dan Pendidikan,” sambung Ms Li.
Harapan Prof Rokhmin dapat bekerjasama dengan Pemerintah RRT dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia, dapat dipahami.
Prof Rokhmin mengatakan bahwa dari 580 bupati di Indonesia, sebanyak 56 persennya dijabat oleh kader PDIP.
Mereka bertekad mengentaskan kemiskinan Masyarakat di wilayah yang dipimpin masing-masing.
Oleh karena itu, selain pihak Indonesia belajar dari China dalam pengentasan kemiskinan, pihak China juga dapat belajar dari Indonesia.
Prof Rokhmin kemudian menyebutkan salah satu contoh keberhasilan kader PDIP dalam mengentaskan kemiskidan di wilayahnya, yaitu Kabupaten Banyuwangi.
“Bupati Banyuwangi Azwar Anas berhasil mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dalam masa kepemimpinannya 10 tahun. Seratus persen masyarakat Banyuwangi berhasil bebas dari kemiskinan,” tandas Prof Rokhmin.
Sebelum mengakhiri pertemuan, Prof Rokhmin dan Mr Li Shijia sepakat mengusulkan dapat mengirimkan 2 orang wakil nelayan dan petani dari setiap provinsi yang ada di Indonesia untuk melakukan studi banding dan pelatihan di China.






