Menu

Mode Gelap
INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi

UPDATE NEWS

Ini Ancaman Iran usai Ismail Haniyeh Syahid di Negerinya

badge-check


					Foto: Mohammad Reza Ebrahimi, dok. cnnindonesia Perbesar

Foto: Mohammad Reza Ebrahimi, dok. cnnindonesia

INAnews.co.id, Jakarta– Iran mengancam akan menyerang Israel dalam waktu dekat menyusul kematian Ismail Haniyeh, Pemimpin Biro Politik Hamas, di Teheran pekan lalu. Hal tersebut Mohammad Reza Ebrahimi, Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran, di Jakarta, Rabu (7/8/2024).

Menurut dia, kematian Ismail Haniyeh di Iran adalah bentuk pelangaran internasional yang harus dibalas—tidak dengan kata-kata melainkan tindakan nyata yakni serangan bersenjata.

Tindakan brutal Israel, jelas Ebrahim, harus dibalas setimpal dengan kekejaman yang dilakukan.

“Satu-satunya jalan adalah melakukan serbuan ke negara tersebut. Kami siap perang dan membalas. Itu adalah janji kami, jangan ragukan,” tegasnya.

“Jangan ragukan janji Iran melakukan tindakan setimpal terhadap Israel. Kami akan menyerang fasilitas militer, bukan rakyat sipil!” imbuhnya.

Dia menjelaskan, Iran akan melawan setiap kekejaman terhadap kemanusiaan maupun ketidakadilan yag berlangsung di seluruh dunia. Sebab, hal itu bertentangan dengan piagam kemanusiaan.

“Sikap Iran, menentang kezaliman terhadap kaum lemah sebagaimana dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

FPCI Sebut Tindakan AS di Venezuela Langgar Hukum Internasional

9 Januari 2026 - 06:35 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Populer NASIONAL