INAnews.co.id, Serang – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Banten optimis Bank Banten mampu memenuhi modal inti sebesar Rp 3 triliun hingga akhir tahun 2024.
Langkah yang telah dilakukan Pemprov Banten ialah dengan melakukan penyertaan modal dalam bentuk Inbreng senilai Rp114 miliar.
Penyertaan modal tersebut terdiri dari aset tanah dan bangunan baru di empat lokasi yakni di eks Gedung Kantor Disperindag, Gedung Lama Pusat Layanan Usaha Terpadu, Gedung Samsat Cikokol Lama, dan Tanah Parkir UPTD Pengujian SMB Disperindag Provinsi Banten.
Pj Gubernur Provinsi Banten Al Muktabar mengatakan, pemerintah memastikan Bank Banten tidak akan terdegradasi menjadi BPR sebab langkah yang dilakukan untuk penguatan Bank Banten sudah berjalan secara terstruktur, meski tersisa waktu kurang dari dua bulan untuk pemenuhan modal inti.
“Bank Banten sudah makin kuat dan tidak ada hal yang seperti di dapatkan bahwa akan terdegradasi dan segala macam ya karena kita terstruktur dalam rangka menguatkan Bank Banten,” kata Al usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham RUPS Bank Banten, Kamis 14 November 2024.
Al Muktabar juga menjelaskan, target pembangunan gedung baru Bank Banten diharapkan segera rampung pada akhir tahun 2024.
“Sehingga di tahun berikutnya, Bank Banten sudah memiliki kantor sendiri,” ucap Pj Gubernur Banten.
Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan ekonomi daerah, termasuk dalam bentuk pembiayaan yang terjangkau bagi sektor UMKM dan pengembangan infrastruktur digital yang dapat menghubungkan lebih banyak masyarakat Banten dengan layanan keuangan modern.
“Bank Banten siap berkolaborasi dengan DPRD dan pemerintah daerah untuk menciptakan program-program yang lebih mendekatkan bank kepada masyarakat, serta menyediakan produk dan layanan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi ekonomi lokal,” imbuhnya.






