INAnews.co.id, Jakarta– May Day 2025 di Monas akan diikuti 150 ribu buruh yang datang dari bebagai daerah, seperti Jawa Barat, Banten, dan lainnya. Hal itu disampaikan Ketua Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin (FSP LEM) Arif Minardi saat konferensi pers, Selasa (29/4/2025).
“Massa yang akan hadir di May Day 2024 total 150 ribuan. 60-70 ribu berasal dari KSPSI,” ujar Arif.
May Day 2025 di Monas rencananya akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kata Arif, Prabowo akan berpidato di acara itu pada pukul 10.00-11.00 WIB.
Sementara itu, Ketum KSPSI sekaligus yang mewakili Urun Rembuk SP/SB Nasional, Muhammad Jumhur Hidayat mengatakan bahwa Peringatan May Day 2025 terasa sangat berbeda dengan peringatan sebelumnya karena kita memperingati bersama Presiden RI yang merupakan Kepala Pemerintahan tertinggi, yang juga pemegang kekuasaan membuat UU atau peraturan-peraturan lainnya.
“Karena itu, ini adalah momen sejarah bagi gerakan buruh Indonesia yang memberikan harapan terang bagi kesejahteraan buruh dan kebangkitan industri di Indonesia. Sekedar informasi bahwa peringatan hari buruh 1 Mei terakhir yang dihadiri dan terdapt Pidato Presiden dilakukan pada tahun 1965,” ungkap Jumhur.
Jumhur mengatakan Mau Day adalah satu peringatan dalam rangkaian perjuangan untuk mengawal berbagai peraturan yang terkait dengan kesejahteraan kaum buruh, dan juga kebangkitan industri di Indonesia dalam berbagai sektor.
Ada empat poin permintaan atau tuntutan kaum buruh nanti. Berikut tuntutannya:
- Sempurnakan UU Ketenegakerjaan yang adil bagi semua (Hapus Outsourcing yang bukan pada tempatnya, Pesangon yang wajar, upah layak serta pengakuan keberadaan pengemudi online).
- Segera terbitkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.
- Segera Ratifikasi Konvensi ILO 188 tentang Perlindungan Pekerja Perikanan Tangkap
- Segera bentuk Satgas PHK sebagai antisipasi dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Ada 6 konfederasi dan 48 federasi yang turut gabung di May Day 1 Mei 2025 di Monas, Jakarta nanti






