INAnews.co.id, Jakarta– Ada kesan dua matahari kembar karena Jokowi ikut campur di Pemerintahan Prabowo Subiantodi di banyak hal. Itu disampaikan pakar hukum tata negara, Feri Amsari.
“Sepanjang presiden di alur ini saya yakin—nah sayangnya kan sampai hari ini (eks) Presiden Joko Widodo ikut campur dalam banyak hal, minimal dalam berbagai pemberitaan. Itu sangat mempengaruhi. Ada kesan dua matahari kembar yang tidak baik,” pengamatan Feri disampaikan saat menjad narasumber di Prime Time INAnews TV, baru-baru ini yang mengangkat tema “Dari Indonesia Gelap Menjadi Indonesia Cerah”.
Mestinya menurut Feri, dalam sistem politik pemerintahan presidensial, kalau presiden yang sudah lengser, itu mendukung presiden baru. Di satu koalisi yang sama.
“Dia biasanya mengasih pintu yang besar untuk presiden yang berkuasa untuk melakukan sesuatu, untuk melakukan apa pun. dia akan betul-betul mundur, karena kekuasaannya mutlak. Karena kekuasaan presiden itu tunggal,” kata Feri.
“Ini bahkan ada Pak Menteri yang mengatakan ketika berkunjung ke rumah Pak Presiden Joko Widodo beliau masih bos saya. padahal kalau pakai pasal 17 Undang-Undang Dasar, Bos Menteri itu cuman satu. Tidak ada masing-masingnya dengan mantan presiden,” sambungnya.
Feri sebut itu problematika. “Kalau memang mau terang ikuti saja alur konstitusi dan itu saya yakin Presiden Prabowo bisa menulis catatan baru ya, dari gelap terbitlah terang, berikutnya seperti Hari Kartini,” imbuhnya.






