INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto menyatakan diri sebagai “presidennya buruh, petani, nelayan, dan orang susah” dalam pidato emosionalnya di peringatan Hari Buruh Internasional 2025.
1. Komitmen Anti-Kemiskinan dan Korupsi
- “Pemerintahan saya akan kerja keras menghilangkan kemiskinan. Tidak boleh ada anak Indonesia yang kelaparan.”
- “Korupsi harus dihentikan sekarang! Saya tahu ini berat, tapi saya siap mati untuk rakyat.”
- Ancaman tegas kepada koruptor: “Saya sudah lama kenal tipu muslihat mereka. Aset rakyat yang dicuri akan kami rampas kembali!”
2. Hadiah untuk Buruh
- Pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional, beranggotakan tokoh serikat buruh, untuk memberi masukan langsung ke presiden terkait UU ketenagakerjaan.
- Penyusunan Satgas PHK untuk mencegah pemutusan hubungan kerja sewenang-wenang.
- “Outsourcing akan dihapus, tapi kita tetap jaga investor agar industri tetap berjalan.”
3. Rencana Aksi Konkret
- RUU Pekerja Rumah Tangga (PPRT) akan dibahas minggu depan, target selesai dalam 3 bulan.
- Penyusunan UU Perlindungan Buruh Laut dan Perikanan, usulan dari tokoh buruh Jumhur Hidayat.
- Pertemuan 150 pimpinan buruh dengan 150 CEO perusahaan di Bogor untuk dialog sosial.
4. Program Sosial Besar-besaran
- Alokasi Rp500 triliun untuk layanan kesehatan, pendidikan gratis, dan subsidi listrik.
- Dukungan penuh agar Marsinah, aktivis buruh yang dibunuh 1993, diangkat sebagai Pahlawan Nasional.
5. Sindiran untuk Pendukung Koruptor
- “Saya heran ada demo dukung koruptor. Enak saja mencuri uang rakyat lalu tidak mau dikembalikan!”
- Janji pengesahan UU Perampasan Aset untuk mempercepat penyitaan harta koruptor.
Pidato Penuh Emosi
Prabowo juga menyentuh pengalaman pribadinya: “Walau saya 4 kali kalah pilpres, buruh tidak pernah meninggalkan saya. Sekarang saya balas dengan jadi presiden untuk kalian.”
Tanggapan Serikat Buruh
Konfederasi KSBSI menyambut positif janji presiden, tapi menekankan: “Kami akan awasi realisasi konkretnya, terutama penghapusan outsourcing dan perlindungan PHK.”






