INAnews.co.id, Jakarta– Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan kabar gembira mengenai partisipasi Indonesia dalam Marche du Film (Pasar Film) Cannes 2025. Melalui cuitannya pada hari Selasa (6/5/2025), Fadli Zon mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas kembali hadirnya delegasi Indonesia di ajang perfilman bergengsi tersebut yang akan diselenggarakan pada bulan Mei ini.
“Hari ini (06/05), saya menghadiri Taklimat Media Delegasi Indonesia ke Marche du Film, Cannes. Dengan rasa syukur dan bangga, saya menyampaikan bahwa Indonesia akan kembali berpartisipasi di Marche du Film Cannes 2025, yang akan diselenggarakan pada bulan Mei ini – bukan sekadar untuk diplomasi budaya semata, tetapi juga peneguhan identitas bangsa lewat sinema,” tulis Fadli Zon.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon memaparkan sejumlah karya sineas Indonesia yang akan tampil dan berkompetisi di Cannes, di antaranya adalah film Pangku Pangku, Renoir, Ikatan Darah dan Timur, Sleep No More, serta Jumbo. Selain itu, sejumlah Intellectual Property (IP) animasi Indonesia juga akan diperkenalkan, seperti Bandits of Batavia, Locust, dan Jitu.
Lebih lanjut, Fadli Zon mengumumkan bahwa Indonesia akan kembali hadir dengan Pavilion (Anjungan) di Marche du Film Cannes 2025. Inisiatif ini merupakan hasil dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kehadiran Pavilion Indonesia kali ini juga bertujuan untuk menyoroti potensi industri perfilman DKI Jakarta sebagai bagian dari visi menuju Jakarta yang ke-500 tahun sebagai kota global dan kota sinema pada tahun 2027.
“Indonesia juga akan kembali hadir dengan Pavilion di Marche du Cannes 2025, yang didukung Kementerian Kebudayaan dan Pemprov DKI Jakarta. Inisiatif ini menyoroti potensi industri perfilman DKI Jakarta sekaligus sebagai bagian dari visi menuju Jakarta 500th sebagai kota global dan kota sinema pada tahun 2027,” jelas Fadli Zon.
Fadli Zon juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh insan perfilman Indonesia, mulai dari sutradara, produser, aktor, penulis, animator, hingga teknisi, atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam membangun jembatan antara budaya Indonesia dan dunia melalui medium sinema.
“Tentunya saya mengapresiasi seluruh insan perfilman—sutradara, produser, aktor, penulis, animator, teknisi —yang telah bekerja dengan sepenuh hati, membangun jembatan antara budaya Indonesia dan dunia melalui sinema,” ujarnya.
Di akhir cuitannya, Menteri Kebudayaan menegaskan komitmen kementeriannya untuk terus memperkuat ekosistem perfilman nasional, memberikan dukungan terhadap karya-karya anak bangsa, serta membuka peluang untuk kolaborasi lintas negara.
“Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem perfilman nasional, memberikan dukungan terhadap karya anak bangsa, serta membuka jalan untuk kolaborasi lintas negara,” pungkas Fadli Zon.
Partisipasi Indonesia di Marche du Film Cannes 2025 diharapkan dapat semakin mengenalkan potensi dan kualitas perfilman tanah air di kancah internasional, serta membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak di industri film global.






