INAnews.co.id, Jakarta– Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) mengungkapkan bahwa gagasan gerakan Global March to Gaza sebenarnya sudah ia rancang sejak pasca peristiwa 7 Oktober. Pada bulan Desember, ia mulai bergerak dengan menginisiasi konvoi perdamaian bertajuk Indonesia Peace Convoy dan berkeliling ke berbagai kota di Indonesia.
“Gerakan ini awalnya direncanakan akan dimulai dari Pakistan, kemudian Malaysia, dan Turki,” kata Indonesia Peace Convoy (IPC), UBN, Sabtu (14/6/2025), di Depok, Jawa Barat.
Namun, menurut UBN, setelah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak, ternyata teman-teman dari Tunisia, Aljazair, Libya, dan Maroko justru yang paling antusias dan solid untuk bergerak bersama. “Hal ini dimungkinkan karena secara geografis, negara-negara di kawasan tersebut lebih dekat dan akses darat mereka lebih memungkinkan untuk langsung menuju Gaza,” ungkapnya.
“Sementara itu, negara-negara seperti Indonesia, Pakistan, Malaysia, dan Turki membutuhkan armada kapal laut serta dukungan pemerintah untuk mewujudkan aksi kemanusiaan ini,” imbuhnya.
UBN menambahkan, di tingkat ulama, konsolidasi sudah dilakukan. Namun, ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan, baik melalui kapal-kapal militer maupun kapal sipil yang bisa disewa untuk mengangkut bantuan dan relawan.
Ia menyadari bahwa upaya ini tentu tidak mudah, namun sangat diperlukan.
Saat ini, gerakan dari Tunisia, Aljazair, Maroko, dan Libya telah mendapat perhatian dunia dan berkembang lebih cepat dari perkiraannya. Ia menyebut, seandainya persiapan dilakukan sejak 7 Oktober 2026, seharusnya konvoi bisa menembus Gaza melalui Mesir, Yordania, atau Suriah dengan melibatkan kekuatan masyarakat sipil dari berbagai negara.
UBN bersyukur atas perkembangan pesat gerakan ini dan berharap Indonesia dapat berperan aktif, memberikan semangat, serta tidak tinggal diam terhadap kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Gaza. Ia menegaskan bahwa dunia tidak boleh diam, Zionis harus dihukum, dan Netanyahu harus dipenjarakan.
“Genosida harus dilawan, dan melalui gerakan masyarakat sipil internasional, seluruh dunia harus bersatu untuk memperjuangkan keadilan di Gaza,” pungkas UBN.






