INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan pagi ini, Rabu (2/7/2025), dengan pergerakan di zona merah. Berdasarkan data dari berbagai sumber, IHSG dibuka melemah tipis, menunjukkan sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat melemah sekitar 10-18 poin dari penutupan kemarin, bergerak di kisaran level 6.904,6 hingga 6.898,207. Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan tipis yang terjadi pada penutupan perdagangan kemarin, di mana IHSG ditutup melemah 0,18 persen ke level 6.915. Pelemahan kemarin juga disertai aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing senilai Rp817 miliar, dengan saham-saham big cap seperti BBNI menjadi target utama pelepasan.
Para analis memperkirakan IHSG hari ini berpotensi mendatar atau cenderung tertekan. Samuel Sekuritas, dalam risetnya, memperkirakan IHSG akan melemah di tengah sentimen negatif dari pasar global dan regional, menyusul pelemahan yang terjadi di bursa Asia seperti Kospi (-0.73%) dan Nikkei (-1.14%).
Di sisi lain, IndoPremier menilai bahwa IHSG akan menguji level support di area 6.900. Jika level ini mampu dipertahankan, maka ada peluang untuk penguatan lebih lanjut. Namun, jika gagal, koreksi lanjutan bisa terjadi hingga kisaran 6.780.
Faktor utama yang menjadi perhatian pasar global saat ini adalah negosiasi dagang antara Amerika Serikat. Perkembangan dari isu ini diperkirakan akan sangat mempengaruhi pergerakan bursa saham. Selain itu, sentimen dari kondisi ekonomi domestik dan kinerja emiten juga akan turut memengaruhi arah IHSG sepanjang hari ini. Beberapa analis juga mewaspadai adanya potensi koreksi dalam jangka pendek.
Secara umum, pasar modal Indonesia pagi ini menunjukkan pergerakan yang variatif, dengan investor mencermati berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri. Kebijakan moneter, data ekonomi, serta agenda korporasi seperti jadwal cash dividend dan penawaran umum perdana (IPO) juga akan menjadi faktor penentu pergerakan pasar.*






