Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

TNI/POLRI

TNI AL Perkuat Armada dengan KRI Brawijaya-320

badge-check


					Foto: dok. Puspen TNI Perbesar

Foto: dok. Puspen TNI

INAnews.co.id, Jakarta– TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali memperkuat armada lautnya dengan kapal fregat baru, KRI Brawijaya-320. Kapal ini secara resmi diserahkan kepada TNI AL dalam upacara yang digelar di Galangan Fincantieri S.p.A. di Muggiano, La Spezia, Italia, Rabu, (2/7/2025).

Upacara ini dihadiri oleh delegasi Indonesia dan Italia, termasuk Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Indonesia dan CEO Fincantieri.

Dalam upacara tersebut, CEO Fincantieri menyampaikan sambutan dan menandatangani Berita Acara (BA) penyerahan kapal. Selanjutnya, KSAL Indonesia juga menyampaikan sambutan dan memimpin upacara peresmian kapal serta pengukuhan Komandan KRI Brawijaya-320. Demikian dilansir akun X Puspen TNI, kemarin.

KRI Brawijaya-320 merupakan kapal fregat yang dibangun oleh Fincantieri sebagai bagian dari kontrak pengadaan yang ditandatangani pada April 2024. Kapal ini akan memperkuat armada TNI AL dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pertahanan laut Indonesia.

Setelah upacara penyerahan, KRI Brawijaya-320 akan kembali ke Indonesia pada tanggal 12 Juli 2025. Kehadiran kapal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kekuatan TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional

9 Januari 2026 - 21:57 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL