INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar Rupiah terpantau melemah tipis terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (8/7/2025), meskipun pergerakannya masih dalam rentang yang relatif terbatas. Sentimen pasar yang bervariasi menjadi faktor utama di balik fluktuasi ini.
Berdasarkan data dari berbagai sumber terpercaya, Rupiah pagi ini menunjukkan sedikit pelemahan setelah penutupan yang cenderung stabil kemarin.
Nilai tukar pasar tengah pada pukul 10.25 WIB, misalnya, berada di sekitar Rp16.240 per Dolar AS. Namun, beberapa platform lain menunjukkan sedikit pelemahan.
Info lain melaporkan bahwa Rupiah pada Selasa pagi melemah menjadi Rp16.273 per Dolar AS.
Pelemahan tipis Rupiah hari ini disinyalir salah satunya dipicu oleh kekhawatiran mengenai potensi kebijakan tarif yang diberlakukan oleh mantan Presiden AS Donald Trump. Seperti yang dilaporkan oleh Infobanknews.com, Rupiah sempat melemah hingga Rp16.272 per Dolar AS menjelang tenggat negosiasi tarif yang berkaitan dengan kemungkinan kembalinya Trump.
Di sisi lain, pergerakan Rupiah juga tetap dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan domestik. Kebijakan suku bunga bank sentral global, harga komoditas, dan data inflasi menjadi perhatian utama investor.
Beberapa bank besar juga merilis kurs jual dan beli Dolar AS pada pagi hari ini. Sebagai contoh, BCA (Bank Central Asia) melalui e-Rate per pukul 09.36 WIB menunjukkan kurs beli Rp16.230,00 dan kurs jual Rp16.250,00 per Dolar AS. Sementara itu, BNI (Bank Negara Indonesia) melalui Bank Notes (terakhir diperbarui 09:35 WIB) menetapkan kurs beli Rp16.150,00 dan kurs jual Rp16.400,00. BRI (Bank Rakyat Indonesia) dengan Kurs Transaksi (terakhir diperbarui 07/Jul/2025 09:14) menunjukkan kurs beli Rp16.035,00 dan kurs jual Rp16.335,00.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia (melalui Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal) juga telah menetapkan Kurs Pajak Dolar Amerika Serikat (USD) pada Rp16.345,00.
Bank Indonesia sendiri sebelumnya telah memproyeksikan Rupiah akan berada di kisaran Rp16.000-Rp16.500 per Dolar AS pada tahun 2025. Proyeksi ini didukung oleh komitmen BI dalam menjaga stabilitas, imbal hasil aset yang menarik, tingkat inflasi yang rendah, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif.
Para pelaku pasar diharapkan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik secara cermat mengingat dinamika pasar yang cepat berubah.*






