Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

KEUANGAN

Rupiah Hari Jumat Melemah, Dipengaruhi Ini

badge-check


					Rupiah Hari Jumat Melemah, Dipengaruhi Ini Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah tipis pada pembukaan perdagangan Jumat pagi ini. Berdasarkan data dari berbagai platform keuangan terkemuka, Rupiah bergerak di kisaran Rp16.215 hingga Rp16.235 per Dolar AS, menunjukkan sedikit pelemahan dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Menurut data Bloomberg yang dipantau pada pukul 09.17 WIB, Rupiah berada di level Rp16.229 per Dolar AS. Sementara itu, BCA e-Rate pada pukul 09.47 WIB mencatat kurs jual Rp16.235,00 per Dolar AS.

Pelemahan ini juga terkonfirmasi oleh beberapa sumber—yang menunjukkan Rupiah di level Rp16.220 per Dolar AS dan pelemahan lima poin atau 0,03 persen dari penutupan sebelumnya.

Analis pasar mengindikasikan bahwa pelemahan tipis Rupiah ini sebagian besar dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan pergerakan data ekonomi global. “Pasar saat ini masih mencerna sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama terkait inflasi dan prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve,” ujar seorang ekonom dari lembaga riset terkemuka yang dikutip oleh Bisnis.com dalam laporan terbarunya.

Indeks Dolar AS (DXY) sendiri terpantau menguat tipis di pasar global, mencerminkan adanya aliran modal yang cenderung kembali ke aset-aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi. Meskipun demikian, pelemahan Rupiah ini masih tergolong minor dan belum menunjukkan tekanan signifikan.

Para pelaku pasar kini menantikan rilis data-data ekonomi domestik serta perkembangan lebih lanjut dari kebijakan moneter bank sentral utama. Kondisi makroekonomi Indonesia yang relatif stabil diharapkan dapat menjadi penopang Rupiah agar tidak tertekan lebih dalam.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

KUHAP Baru soal Restorative Justice secara Konsep Kacau, Kata Pakar

8 Januari 2026 - 12:28 WIB

Populer HUKUM