INAnews.co.id, Kendari – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Syahrul Said, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi Sultra yang tengah mempersiapkan pembangunan Jembatan Buton-Muna. Proyek strategis ini dinilai sebagai langkah signifikan dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan kepulauan di Sultra.
“Pembangunan jembatan ini akan memberikan dampak positif yang besar, terutama dalam memperlancar arus barang dan jasa antarwilayah. Selain menekan biaya logistik, proyek ini juga akan meningkatkan mobilitas masyarakat,” ujar Syahrul dalam keterangannya, Senin (22/7/2025).
Politisi Partai NasDem tersebut juga mengapresiasi komitmen Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, yang terus mendorong percepatan realisasi proyek tersebut. Pembangunan fisik jembatan direncanakan akan dimulai pada tahun 2026.
Menanggapi dinamika di masyarakat terkait siapa yang memprakarsai proyek ini, Syahrul menegaskan bahwa perdebatan tersebut tidak lagi relevan.
“Siapapun penggagas awalnya, yang terpenting adalah proyek ini bisa direalisasikan dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Sultra. Pemerintah harus tetap fokus pada kepentingan rakyat,” tegasnya.
Syahrul optimistis, jembatan yang akan membentang di atas Selat Tiworo tersebut akan menjadi infrastruktur vital yang memperkuat pemerataan pembangunan, khususnya di kawasan Buton Raya dan Muna Raya.
Sebagai informasi, Menteri PUPR Dody Hanggodo bersama Gubernur Andi Sumangerukka telah melakukan survei lokasi di Kelurahan Palabusa, Kota Baubau, guna memastikan aspek teknis dan keselamatan pelayaran di bawah bentang jembatan dalam jangka panjang.
Proyek ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sultra dan kini berada pada tahap perencanaan teknis. Jembatan dengan panjang sekitar 2.969 meter ini diharapkan menjadi jalur penghubung strategis antarwilayah yang selama ini hanya dilayani melalui transportasi laut.
Jika terwujud, Jembatan Buton–Muna akan menjadi jembatan antarpulau pertama di Sultra sekaligus tonggak penting dalam mewujudkan konektivitas darat di wilayah kepulauan.






