INAnews.co.id, Jakarta– Membaiknya kondisi ekonomi makro Indonesia turut berkontribusi pada penurunan tingkat kemiskinan nasional. BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 4,87% pada triwulan I 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pengeluaran konsumsi rumah tangga juga menunjukkan tren positif dengan naik 2,21% dibandingkan triwulan III 2024 dan tumbuh 4,89% secara year on year. Kondisi ini didukung oleh membaiknya daya beli masyarakat.
Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2025 menurun dibandingkan Agustus 2024, dengan penurunan yang lebih cepat terjadi di wilayah pedesaan.
Namun demikian, masih terdapat tantangan dengan meningkatnya proporsi pekerja informal menjadi 59,40% dari 57,95% pada Agustus 2024. Setengah pengangguran di perkotaan juga meningkat 0,46 juta orang. Demikian rilis BPS yang disampaikan Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Kondisi harga komoditas pangan bervariasi, dengan sebagian mengalami kenaikan (minyak goreng, cabai rawit, bawang putih) dan sebagian turun (beras, daging ayam ras, bawang merah). Kebijakan diskon tarif listrik 50% pada Februari 2025 turut memberikan kontribusi pada deflasi.






