Menu

Mode Gelap
Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

INDAG

IHSG Kamis Melemah

badge-check


					IHSG Kamis Melemah Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia Kamis (21/8/2025) dibuka pada zona merah dengan posisi awal di 7.903,29. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG melemah 43,11 poin atau 0,54 persen menjadi 7.900,71.

Sebanyak 273 saham emiten menguat, sementara 198 saham melemah dan 192 saham stagnan. Total transaksi mencapai Rp2,248 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 4,294 miliar saham.

Meskipun kemarin IHSG sempat menguat 1,03 persen ke level 7.943,8, hari ini indeks kembali turun dengan pengaruh dari sentimen global dan domestik. Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah dan keputusan Bank Indonesia yang baru saja menurunkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5% untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meskipun langkah ini memberikan tekanan jangka pendek pada rupiah.

Nilai tukar rupiah Kamis pagi tercatat melemah tipis ke sekitar Rp16.283 per dolar AS.

Pasar saham Asia juga menunjukkan pergerakan beragam pagi ini, dengan indeks Kospi Korea Selatan dibuka menguat 0,91 persen sementara Nikkei Jepang melemah 0,35 persen. Sentimen global dipengaruhi oleh peluang kebijakan moneter The Fed yang akan diumumkan dalam simposium Jackson Hole.

Analis memproyeksikan IHSG akan bergerak bervariasi dan cenderung melemah hari ini, meskipun ada potensi penguatan jika investor mencermati dinamika pemangkasan suku bunga dan aliran dana asing yang masuk. Sektor saham yang sensitif terhadap suku bunga, seperti perbankan dan properti, masih menjadi fokus utama pasar.

Secara keseluruhan, pasar menantikan arahan lebih jelas dari kebijakan moneter global dan perkembangan ekonomi domestik yang menjadi penentu arah pergerakan IHSG beberapa waktu ke depan. Demikian dikutip berbagai sumber.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

12 Januari 2026 - 15:43 WIB

Populer NASIONAL