Menu

Mode Gelap
MBG Dinilai Gerus Anggaran Transportasi dan Keselamatan Rayakan HUT ke-15, Laskar Anggrek Perkuat Peran Sebagai Penyambung Lidah Masyarakat Tangerang Selatan One House, One Qurban: Fiqih Patungan Satu Kambing untuk Sekeluarga Jumhur Hidayat Syukuri Persatuan Buruh di Bawah Prabowo Formula Keuangan Syariah: Mulai dari Nol Pun Bisa Vicky Prasetyo: Heritage Medical Bekasi Dibutuhkan Masyarakat Luas

INDAG

IHSG Kamis Melemah

badge-check


					IHSG Kamis Melemah Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia Kamis (21/8/2025) dibuka pada zona merah dengan posisi awal di 7.903,29. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG melemah 43,11 poin atau 0,54 persen menjadi 7.900,71.

Sebanyak 273 saham emiten menguat, sementara 198 saham melemah dan 192 saham stagnan. Total transaksi mencapai Rp2,248 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 4,294 miliar saham.

Meskipun kemarin IHSG sempat menguat 1,03 persen ke level 7.943,8, hari ini indeks kembali turun dengan pengaruh dari sentimen global dan domestik. Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah dan keputusan Bank Indonesia yang baru saja menurunkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5% untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meskipun langkah ini memberikan tekanan jangka pendek pada rupiah.

Nilai tukar rupiah Kamis pagi tercatat melemah tipis ke sekitar Rp16.283 per dolar AS.

Pasar saham Asia juga menunjukkan pergerakan beragam pagi ini, dengan indeks Kospi Korea Selatan dibuka menguat 0,91 persen sementara Nikkei Jepang melemah 0,35 persen. Sentimen global dipengaruhi oleh peluang kebijakan moneter The Fed yang akan diumumkan dalam simposium Jackson Hole.

Analis memproyeksikan IHSG akan bergerak bervariasi dan cenderung melemah hari ini, meskipun ada potensi penguatan jika investor mencermati dinamika pemangkasan suku bunga dan aliran dana asing yang masuk. Sektor saham yang sensitif terhadap suku bunga, seperti perbankan dan properti, masih menjadi fokus utama pasar.

Secara keseluruhan, pasar menantikan arahan lebih jelas dari kebijakan moneter global dan perkembangan ekonomi domestik yang menjadi penentu arah pergerakan IHSG beberapa waktu ke depan. Demikian dikutip berbagai sumber.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

MBG Dinilai Gerus Anggaran Transportasi dan Keselamatan

3 Mei 2026 - 15:10 WIB

Syahganda Nainggolan : Masuknya Jumhur Hidayat Dalam Kabinet Sebagai Langkah Tepat Prabowo

1 Mei 2026 - 22:40 WIB

Prabowo di Hadapan Buruh Bicara Ojol

1 Mei 2026 - 20:26 WIB

Populer NASIONAL