Menu

Mode Gelap
Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

POLITIK

10 Tuntutan Rakyat ke Prabowo

badge-check


					Foto: Said Didu/tangkapan layar Perbesar

Foto: Said Didu/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Pejabat BUMN, Muhammad Said Didu, menyampaikan sepuluh poin tuntutan dan harapan masyarakat untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kesepuluh poin ini, menurutnya, merupakan simpulan dari pengamatannya selama puluhan tahun berkecimpung dalam birokrasi.

Dalam penyampaiannya di channel YouTube-nya kemarin, Senin, Didu menegaskan bahwa setelah sepuluh tahun mengalami “kerusakan” di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), rakyat hanya berharap Prabowo mampu memberikan harapan perbaikan ke depan.

“Tuntutannya enggak terlalu tinggi. Yang dibutuhkan rakyat sekarang itu adalah hanya mengharapkan bahwa rezim Prabowo mampu memberikan harapan perbaikan ke depan,” ujarnya.

Berikut adalah 10 tuntutan yang dimaksud:

1.  Konsistensi memberantas korupsi.

2.  Penegakan hukum yang telah rusak.

3.  Pengembalian aset negara yang dirampok koruptor dan oligarki.

4.  Penghentian gaya hidup hedonis pejabat yang mencolok, seperti fenomena “joget” di DPR dan Istana.

5.  Penyederhanaan gaya hidup pejabat yang dinilai terlalu mewah dan menjauh dari rakyat.

6.  Penciptaan lapangan kerja melalui perbaikan iklim investasi, bukan pemberian pekerjaan langsung.

7.  Perlindungan aset rakyat (tanah, sawah, tambak) dari perampasan oligarki.

8.  Peningkatan pendapatan melalui pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar bantuan sosial (bansos).

9.  Reformasi perpajakan yang adil, dimana pajak tidak menyusahkan rakyat dan tidak digunakan untuk foya-foya pejabat.

10. Kemandirian kepemimpinan Prabowo dari bayang-bayang rezim Jokowi yang dinilai merusak.

Didu menutup dengan pesan bahwa rakyat tidak membenci pemimpin, tetapi membenci kebijakan yang menyusahkan dan merusak negara. Ia berharap Prabowo dapat menyelesaikan “kerusakan” yang ditinggalkan dan memberikan harapan baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG

12 Januari 2026 - 13:38 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Populer POLITIK