INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mengungkap data mengejutkan terkait korban demonstrasi baru-baru ini (akhir Agustus). Hingga kini tercatat 3.337 orang ditangkap dan 1.042 orang dibawa ke rumah sakit akibat kekerasan aparat.
“Ada yang dipentung, ada yang diinjak, ada yang dipiting – ada yang macam-macam. Killing field, Bang. Ini ladang pembantaian sebenarnya di lapangan,” ungkap Isnur dalam wawancara dengan Abraham Samad di channel YouTube Abraham Samad Speak Up diunggah Jumat.
Isnur menyoroti brutalitas aparat yang menurutnya sudah terjadi berulang kali, tidak hanya pada demonstrasi kali ini. Dia mencontohkan kasus Randi Yusuf yang meninggal pada 2019 dan berbagai kekerasan dalam demo 2020 hingga Mei 2025.
“Kepolisian tidak lagi punya pegangan hak asasi manusia, demokrasi dan konstitusi dalam menghadapi demonstrasi,” kritik Isnur, yang juga menyayangkan apresiasi kenaikan pangkat untuk polisi yang luka saat menangani demo.






