Menu

Mode Gelap
Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

NASIONAL

Delegasi Indonesia dalam Global Sumud Flotilla Disambut Dubes Tunisia

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), yang dikenal luas sebagai ulama pejuang kemerdekaan Palestina, bertemu dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, di Tunis, Senin (8/9/2025).

Kehadiran UBN di Tunisia merupakan bagian dari delegasi Indonesia dalam Global Sumud Flotilla, sebuah aksi kemanusiaan internasional untuk mengirimkan bantuan logistik ke Gaza melalui jalur laut.

Pertemuan berlangsung hangat, diiringi jamuan makan siang khas Indonesia dan perbincangan mendalam seputar diplomasi, pendidikan, serta isu kemanusiaan Palestina.

UBN menyampaikan apresiasinya atas capaian Dubes Zuhairi selama menjabat di Tunisia. Salah satu terobosan yang sangat dirasakan masyarakat adalah kebijakan bebas visa bagi WNI. Menurutnya, kebijakan ini mempermudah mobilitas mahasiswa maupun delegasi Indonesia yang berkunjung ke Tunisia. “Sebelumnya pengurusan visa bisa memakan waktu hingga satu bulan. Alhamdulillah, sekarang lebih cepat dan mudah,” ujar UBN.

Selain itu, Dubes Zuhairi dinilai berhasil memperkuat citra Indonesia melalui peningkatan ekspor produk nasional, mulai dari minyak goreng berbahan kelapa sawit, furnitur, hingga garmen. Sektor pariwisata juga berkembang pesat, ditandai dengan semakin banyak wisatawan Tunisia yang berkunjung ke Indonesia.

Di bidang pendidikan, jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Tunisia meningkat signifikan. Kini lebih dari 150 mahasiswa per tahun diterima di berbagai perguruan tinggi, termasuk program S1, S2, hingga S3. “Beliau ingin menjaga kualitas, sehingga mahasiswa yang datang adalah mereka yang serius menuntut ilmu. Bahkan beliau ikut langsung dalam proses seleksi,” jelas UBN. Dubes Zuhairi juga membuka program belajar bersama di KBRI guna mendukung mahasiswa memahami tradisi akademik Tunisia yang menekankan kajian maqashid syariah, sebagaimana diwariskan melalui karya tafsir Ibnu Asyur, Attahrir wa Tanwir.

Isu Palestina turut menjadi bahasan utama. Dubes Zuhairi disebut aktif menghubungkan perkembangan Gaza dengan pemerintah pusat di Jakarta. Ia juga menjalin komunikasi dengan para duta besar negara lain untuk mengantisipasi perjalanan Global Sumud Flotilla, termasuk kemungkinan hambatan di pelabuhan negara-negara transit. “Beliau bahkan mengingatkan agar jangan sampai meninggalkan Tunisia tanpa stempel keluar di paspor, karena itu bisa menimbulkan masalah imigrasi di kemudian hari,” ungkap UBN.

UBN menilai keberhasilan diplomasi Dubes Zuhairi berangkat dari kejujuran, ketulusan hati, dan kesungguhan dalam melayani. “Kami merasakan langsung kepedulian beliau, baik soal politik global maupun detail teknis lapangan. Itu sangat membantu,” ujarnya.

Pertemuan berlangsung penuh keakraban. Keduanya sempat bernostalgia dan bercanda ringan tentang pengalaman masa lalu. “Saya melihat ada kecerdasan dalam candaan beliau, yang menunjukkan perbedaan bisa dikelola untuk membangun kebersamaan demi Indonesia,” tambah UBN.

Pertemuan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara ulama, diplomat, dan pemerintah Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina serta mempererat hubungan Indonesia–Tunisia di berbagai bidang.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG

12 Januari 2026 - 13:38 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Populer POLITIK