Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

HIMPASUS Akui Insiden Diksar Murni Kelalaian Panitia, Bukan Budaya Kekerasan, Siap Bertanggung Jawab Penuh

badge-check


					HIMPASUS Akui Insiden Diksar Murni Kelalaian Panitia, Bukan Budaya Kekerasan, Siap Bertanggung Jawab Penuh Perbesar

INAnews.co.id/Manado,– Kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Angkatan V Himpunan Penjelajah Alam Terbuka Spizaetus (HIMPASUS) yang digelar di kaki Gunung Dua Sudara pada 26–28 September 2025, tercoreng oleh insiden kekerasan fisik terhadap peserta. HIMPASUS dengan tegas mengakui bahwa insiden tersebut murni merupakan kelalaian panitia pelaksana, bukan bagian dari budaya atau nilai organisasi.

Ketua Panitia Diksar Angkatan V, Kifly Polapa, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, terutama keluarga korban, atas insiden yang terjadi. Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan berupa menampar dan mendorong dengan kaki yang dilakukan oleh dua senior sama sekali tidak dibenarkan dalam pendidikan HIMPASUS. Jumat 3 Oktober 2025.

“Sebagai Ketua Panitia, saya bertanggung jawab penuh atas insiden yang terjadi. Tindakan berupa menampar maupun mendorong dengan kaki yang dilakukan oleh dua senior, adalah kelalaian fatal panitia dan sama sekali tidak dibenarkan dalam pendidikan HIMPASUS. Itu bukan tradisi, apalagi budaya organisasi, melainkan murni kesalahan panitia di bawah tanggung jawab saya,” tegas Kifly Polapa.

HIMPASUS menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas insiden ini, bukan hanya dengan mengakui kesalahan dan menindak tegas panitia yang terlibat, tetapi juga dengan menanggung biaya pengobatan serta mengganti semua kerugian yang dialami akibat insiden ini.

Selain itu, HIMPASUS juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem pendidikan, mekanisme kepanitiaan, serta pengawasan dalam setiap kegiatan. Langkah ini dianggap penting agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi pada kegiatan berikutnya.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi kami. Kami menegaskan kembali bahwa kekerasan dalam Diksar Angkatan V sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai HIMPASUS. Budaya organisasi kami tidak pernah mengajarkan kekerasan, dan kejadian ini murni merupakan kesalahan panitia,” pungkas Kifly Polapa.

Dengan pernyataan ini, HIMPASUS memastikan bahwa insiden dalam Diksar Angkatan V adalah tanggung jawab penuh panitia pelaksana, serta menegaskan komitmen untuk melakukan perbaikan mendalam dan pengawasan ketat demi menjaga nama baik organisasi serta keselamatan anggota di masa mendatang. HIMPASUS berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh organisasi pecinta alam di Indonesia agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan serta kenyamanan peserta dalam setiap kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Haidar Alwi : Tuduhan ICW Kepada Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra MBG Perlu Dikoreksi

5 Januari 2026 - 23:06 WIB

Populer NASIONAL