INAnews.co.id, Jakarta – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau disapa Kak Seto menyayangkan keputusan Presiden Jokowi memberikan grasi kepada neil Bantleman terpidana sodomi terhadap siswa JIS.
Kak Seto menyebut keputusan Jokowi tidak sesuai dengan apa yang diungkapkannya pada 2016 lalu. Presiden Jokowi pada tahun 2016 menyatakan bahwa kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa.
Dengan penetapan status tersebut, Presiden Jokowi menegaskan bahwa terkait masalah kejahatan seksual pada anak, negara akan hadir jauh lebih serius. Hadir untuk menciptakan keamanan bagi masyarakat, hadir dengan ketegasan ekstra bagi pelaku, dan hadir dengan keberpihakan utama bagi korban.
“Pada saat mendengar grasi dari Bapak Presiden, saya mengungkapkan kegelisahan saya melalui sebuah artikel dan intinya menyayangkan sebuah antiklimaks,” ujar Kak Seto di Kantor LPAI, Kemensos, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).
Kak Seto sampaikan pemberian grasi bukan berarti untuk membenarkan perilaku, melainkan menyatakan bahwa pelaku bersalah. Namun, menurutnya pemberian grasi terhadap Neil adalah masalah serius.
“Grasi juga harus ada pertimbangan-pertimbangan yang harus diketahui masyarakat luas supaya seirama sebangun apa yang berkembang di masyarakat,” katanya.
Ada sangat banyak riset tentang kemapanan perilaku predator seksual. Salah satu yang meyakinkan adalah studi yang mengambil data antara 1958 hingga 1974. Dari penelitian itu diketahui bahwa lebih dari 40% pelaku kejahatan seksual terhadap anak mengulangi perbuatan jahat mereka. Residivisme itu meliputi kejahatan seksual, kejahatan disertai kekerasan, dan gabungan keduanya. Angka 40% itu fantastis
Kak Seto berharap Jokowi mau bertemu dengan pihak LPAI dan korban dan Dia telah meminta waktu untuk bisa bertemu dan menanyakan langsung kepada Presiden Jokowi perihal pemberian grasi kepada Neil.
“Kami juga sudah melakukan permohonan untuk menghadap Bapak Presiden untuk menanyakan hal ini. Kalau beliau melihat beliau juga sangat bijak menerima anak-anak dari berbagai tempat untuk bertemu, nah ini anak yang sangat ingin bertemu dan menanyakan hal itu, mudah-mudahan diberi kesempatan,” ungkap Kak Seto






