INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Ketua KPK Abraham Samad menyoroti biaya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang dinilai sangat tidak wajar. Biaya per kilometer mencapai 858 miliar rupiah atau sekitar 52 juta dolar AS, jauh lebih mahal dari pembangunan serupa di negara lain.
“Di China sendiri per kilometer 17 sampai 18 juta dolar AS. Tapi ternyata di proyek kereta cepat Whoosh Jakarta-Bandung per kilometernya hampir dua kali lipat, tiga kali lipat bahkan, yaitu 52 juta dolar AS atau 858 miliar rupiah,” ungkap Abraham dalam kanal YouTube-nya, Sabtu (9/11/2025).
Abraham menilai markup harga ini bisa menjadi titik awal investigasi kerugian keuangan negara.
“Ini proyeknya. Kalau yang ini kita lakukan penelusuran maka inilah yang bisa digali tentang kerugian keuangan negaranya, bisa kita kenakan kepada pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun markup tidak ditemukan, bukan berarti tidak ada korupsi, karena bisa terjadi di tahap perencanaan proyek.






