INAnews.co.id, Jakarta– Dalam membangun kasus (case building) terhadap proyek kereta cepat Whoosh, mantan Ketua KPK Abraham Samad mengungkapkan tiga indikator krusial yang harus diperiksa: transparansi, akuntabilitas, dan benturan kepentingan.
“Kalau dalam sebuah proyek itu tidak ada transparansi, tidak ada akuntabilitas, dan di dalamnya ada benturan kepentingan atau conflict of interest, maka di situlah awal KPK memulai melakukan investigasi,” tegas Abraham dalam kanal YouTube-nya, Sabtu (9/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa ketiga indikator ini menjadi “titik start” bagi KPK untuk melakukan penyelidikan. “Tanpa adanya tiga ini, maka kemungkinan besar kasus itu bukanlah kasus yang bisa diperiksa menjadi sebuah kasus korupsi,” ujarnya.
Abraham menekankan bahwa investigasi tidak boleh hanya fokus pada pelaksanaan proyek, tetapi juga harus menelusuri tahap perencanaan, termasuk mengapa proyek yang awalnya dengan Jepang tiba-tiba dialihkan ke China.






