INAnews.co.id, Jakarta– Komisi Percepatan Reformasi Polri yang dipimpin Mahfud MD terus dibanjiri pengaduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum kepolisian.
“Bukti-bukti otentik itu ada semua, ada di media dan dokumen yang disampaikan,” kata Mahfud tanpa menyebut detail karena etika kerja komisi dalam podcast Terus Terang yang disiarkan di kanal YouTube Mahfud MD Official, Senin (24/11/2025).
Mahfud mengungkapkan pengaduan datang dari korban maupun polisi aktif yang meminta nama mereka dirahasiakan. Masukan tersebut akan memperkuat diagnosis situasi Polri di bidang-bidang tertentu seperti rekrutmen, penanganan perkara, hingga pendidikan.
“Polri harus seperti orang sakit mau didiagnosa. Tidak bisa kalau kita menyembunyikan. Pasrah dengan mengatakan inilah, silakan mendiagnosa,” imbau Mahfud.
Ia menegaskan komisi tidak menyelesaikan kasus konkret individual, melainkan mengabstraksi masalah sistemik untuk kemudian memberikan rekomendasi kepada Presiden berupa perbaikan sistem hingga rancangan peraturan perundang-undangan.
Mahfud juga menyatakan terbuka dalam menyampaikan temuan kepada publik karena yang diungkapkan adalah hal-hal yang sudah disampaikan Presiden Prabowo di ruang terbuka, sehingga tidak ada teguran dari Istana.






