INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengungkap ironi reformasi Polri: blueprint yang dibuat dengan konsultan internasional justru tidak pernah dijalankan, bahkan strukturnya terbalik dari rancangan.
Blueprint yang dirancang sejak era kemitraan internasional menetapkan struktur ideal: Mabes Polri kecil, Polda sedang, Polres kuat. Prinsipnya “hemat struktur, kaya fungsi”. Namun yang terjadi sekarang piramidanya terbalik: Mabes makin melebar, Polda makin berkurang, Polres tidak terurus.
Laode menjelaskan fungsi Mabes seharusnya hanya tiga: membuat kebijakan, melakukan pembinaan, dan evaluasi pengawasan.
“Tapi apa yang dikerjakan sekarang? Makin diperluas. Lihat Reskrim, semua tindak pidana masuk, ditambah banyak satgas lain. Ini berhubungan dengan manajemen SDM—bukan lagi hemat struktur kaya fungsi, tapi melebarkan struktur supaya banyak jenderal jadinya,” ungkapnya dalam diskusi Akbar Faizal Uncensored, Kamis (27/11/2024).
Pengawasan juga kacau: ada Propam, Irwasum, Wasidik. “Ini mau diapain sih polisi? Akhirnya Mabes Polri menjadi sangat melebar,” keluhnya.
Laode mengaku sempat ragu bergabung tim reformasi karena takut jadi stempel, namun akhirnya menerima sebagai “perintah negara” dengan syarat ada perombakan struktural.






