INAnews.co.id, Kendari – Rencana Kunjungan Komisi V DPR RI RIDWAN BAE, Ke Sulawesi Tenggara diharapkan membuahkan solusi untuk menangani permasalahan kepentingan rakyat yang ada di daerah itu. Menjadi paling diperhatikan adalah mesti ada usaha dari pemerintah pusat untuk meningkatkan lintasan atau membuka jalur pelayaran Kendari dan Morowalisehingga masyarakat yang ada yang membutuhkan tranportasi antara Kendari dan Morowali atau dengan beberapa daerah lainnya dapat teratasi dan terpenuhi semuanya.
Setelah terciptanya jalur Morowali – Kendari tahap selanjutnya harus segera dibangun Fasilitas Pelabuhan Ferry baik yang ada di Kendari maupun di Morowali dan selanjutnya harus diadakan pengadaan kapalnya
Jika semua ini dibiarkan tidak ada pembangunan fasilitas public atau tidak ditingkatkan maka ini sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar dan kejadian insiden kapal kapan terbakar dan teggelam ini akan terulang kembali
Pasca kejadian terbakarnya KM Izhar di perairan Bokori pada Sabtu 17 Agustus lalu, hal ii meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat khususnya bagi keluarga korban. Anggota DPR RI, Ridwan Bae, turut prihatin atas kejadian kebakaran kapal yang menewaskan sejumlah penumpang dan ini menjadi perhatian yag sangat serius.
Maka Pasca itu Komisi V DPR RI pada tanggal 30 agustus akan mengadakan kunjungan kerja spesifik akan menghadirkan Perhubungan Darat dan Dirjen Perhubungan Laut untuk membicarakan penyelesaian persoalan kepentingan rakyat ini supaya permasalahan yang ada dapat dicarikan solusi yang tepat.
Ridwan Bae pun berharap bahwa solusi ini semoga dapat diwujudkan pada tahun 2020, ini yang pada akhirnya rakyat dapat teramankan dalam setiap perjalanan mereka.
Saat ini banyak mahasiswa Morowali datang ke Kendari Untuk Kuliah ini dari sisi pendidikan, Pada sisi lainnya yaitu perekonomian banyak masyarakat yang berdagang antara masyarakat Kendari dengan masyarakat Morowali hal ini dari tahun ke tahun akan meningkat terus oleh karena itu mesti ada langkah-langkah konkrit antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk menangani permasalahan ini.
Sekaligus nanti akan disampaikan dalam forum komisi V DPR RI bahwa permasalahan ini jangan dianggap sebagai hal kecil tetapi harus lebih serius dalam penangan dalam pembangunan serta pembuatan Jalur dan pembangunan Pelabuhan Ferry






