INAnews.co.id, Jakarta– Generasi muda Indonesia menghadapi krisis multidimensi yang mengancam masa depan mereka. Dari pendidikan mahal, lapangan kerja sempit, hingga perampasan ruang hidup, semua dialami secara bersamaan.
Yahya dari Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN) menyebutkan, dari 153 juta angkatan kerja, 7 juta menganggur dan mayoritas sisanya bekerja di sektor informal tanpa jaminan.
“Informalisasi tenaga kerja adalah pemiskinan kaum buruh. Mereka tidak punya kepastian kerja, jaminan sosial, dan upah murah. Yang paling banyak jadi korban adalah kaum muda,” katanya dalam diskusi menjelang Hari HAM Sedunia yang disiarkan kanal YouTube YLBHI, Selasa (2/12/2025).
Di sektor pendidikan, biaya terus naik dengan akses tidak merata. Solusi pemerintah berupa pinjaman pendidikan dinilai hanya memindahkan beban negara ke pundak anak muda.
Aldi dari Komite Politik Nasional (Kompolnas) mengingatkan, dalam 80 tahun kemerdekaan, Indonesia justru mengalami kemunduran demokrasi. “Semakin tua seharusnya semakin belajar. Ternyata tidak. Indonesia mengalami kemunduran besar yang sudah terlegitimasi melalui pemilu,” ujarnya.






