INAnews.co.id, Jakarta– Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan diaspora Indonesia di luar negeri “dibanjiri” pertanyaan terkait lambatnya penanganan banjir bandang Sumatera dan hanya bisa “menertawakan” respons para menteri.
Dalam diskusi dengan Hersubeno Arief (6/12/2025), Rocky menyatakan komunitas internasional mencibir cara Indonesia menangani bencana. “Netizen di luar negeri, diaspora itu dibanjiri dengan pertanyaan oleh teman-teman mereka di seantero planet dan mereka hanya bisa mentertawakan apa yang dilakukan menteri-menteri itu,” kata Rocky.
Rocky mengkritik keras keterlambatan dan ketidakcukupan bantuan negara. Ia menyebut banyak pihak luar negeri ingin menyalurkan bantuan namun terkendala karena pemerintah belum menetapkan status bencana nasional.
“Negara boleh hadir setelah bencana, tapi negara tidak hadir untuk mencegah bencana itu,” tegasnya.
Rocky menilai pemerintah terlalu birokratis dalam menghadapi kedaruratan, masih terjebak dalam perhitungan teknis dan hukum tentang siapa yang bertanggung jawab—daerah atau pusat—padahal yang diperlukan adalah respons kemanusiaan segera.






