INAnews.co.id, Jakarta– Dengan tegas, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Stella Christie mengungkap akar masalah pendidikan Indonesia yang membuat siswa kesulitan mengartikulasikan pemikiran mereka sendiri.
“Sistem pendidikan kita mungkin belum memberikan insentif yang tepat untuk apa yang ingin kita kembangkan,” kata ilmuwan psikologi kognitif ini dalam wawancara dengan Akbar Faizal, Kamis.
Stella menjelaskan, secara alamiah setiap anak memiliki kemampuan berpikir logis sejak kecil. Namun sistem tidak mendukung perkembangan ini. “Kalau seorang anak bertanya di dalam kelas dan ingin menjelaskan pemikirannya, lebih banyak hukumannya atau dibilang ‘diam dulu, jangan ribut-ribut’ daripada diberikan insentif,” ungkapnya.
Lebih kritis lagi, Stella menyoroti minimnya penggunaan penelitian ilmiah dalam menentukan metode pembelajaran. “Kita di dalam sistem pendidikan kita masih sangat jarang menggunakan evidence-based, menggunakan bukti yang sebenarnya sangat tersedia,” katanya.
Sebagai contoh, ia menunjukkan penelitiannya sendiri yang membuktikan anak umur 3 bulan sudah memiliki pemikiran matematika.
Pengajaran matematika efektif bisa dimulai sangat dini, bukan menunggu anak besar seperti anggapan umum.






