Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

PENDIDIKAN

Wamen Stella Ingin Perguruan Tinggi Jadi Inkubator Inovasi, Bukan Arena Politik

badge-check


					Foto: dok. Antara Perbesar

Foto: dok. Antara

INAnews.co.id, Jakarta– Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Stella Christie menegaskan perlunya mengembalikan marwah perguruan tinggi Indonesia sebagai pusat lahirnya inovasi, bukan sekadar tempat belajar yang lebih sulit dari SMA.

“Perguruan tinggi berbeda sekali dengan SMA. Perguruan tinggi adalah tempat di mana kita melahirkan inovasi,” tegas Stella saat ditanya soal politisasi kampus di wawancara dengan Akbar Faizal, Kamis.

Ia menyoroti keliru persepsi tentang perguruan tinggi di Indonesia. “Kita memikirkan perguruan tinggi itu seperti SMA tapi jauh lebih sulit. Padahal tidak,” jelasnya.

Menurut Stella, mahasiswa seharusnya diajarkan research mindset untuk melahirkan inovasi baru melalui riset sistematis. “Riset itu menanyakan pertanyaan dan secara sistematis menjawab pertanyaan tersebut. Dalam proses itulah kita akan melahirkan sesuatu yang baru,” ujarnya.

Untuk mewujudkan ini, Stella fokus pada dua parameter: dana dan regulasi. Ia telah berhasil mengubah kebijakan agar 50% dari dana riset Rp3,2 triliun memberikan insentif langsung kepada peneliti.

Sebelumnya, dosen yang memenangkan hibah riset tidak boleh mendapat apapun untuk dirinya sendiri, hanya untuk beli alat.

Soal politisasi kampus, Stella menolak menjawab langsung apakah setuju menghapus hak suara menteri 30 persen dalam pemilihan rektor.

“Kita harus melakukan system analysis. Kalau kita ambil satunya, apakah itu akan rubuh semua atau memperkuat jaringnya?” katanya bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL