Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

NASIONAL

Kimia Farma dan Pertamina raih Enterprise Innovation Award AIBP Ke 32

badge-check


					Kimia Farma dan Pertamina raih Enterprise Innovation Award AIBP Ke 32 Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta, –Kimia Farma dan Pertamina menempati urutan teratas di antara lebih dari 30 kandidat dan meraih penghargaan Enterprise Innovation Award tahunan yang diadakan oleh Asia IoT Business Platform.

Diluncurkan pada tahun 2017, Enterprise Innovation Award menganugerahkan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan enterprise di Asia Tenggara yang memulai inisiatif transformasi digital dalam perusahaan mereka.

Kimia Farma adalah badan usaha milik negara yang bergerak terutama dalam industri farmasi dengan tiga segmen utama: manufaktur, distribusi dan ritel. Kimia Farma memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp18,2 triliun (US$ 1,3 miliar) dan mempekerjakan 11.000 orang di Indonesia.

Demikian pula Pertamina, badan usaha milik negara yang aktif di sektor hulu dan hilir industri minyak dan gas nasional. Pertamina adalah badan usaha milik negara terbesar di Indonesia dalam hal pendapatan dan laba sebesar masing-masing Rp826,3 triliun (US$58 miliar) dan Rp35,99 triliun (US$2,5 miliar), serta mempekerjakan 31.600 orang di Indonesia.

Berfokus pada layanan pelanggan dan meningkatkan efisiensi, program Transformasi Digital Kimia Farma mengintegrasikan seluruh rantai nilai operasi, mulai dari bagian manufaktur hingga operasi ritel, dan memanfaatkan big data dan kecerdasan bisnis untuk memberikan nilai kepada berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem “Kesehatan Digital”.

Pertamina memulai perjalanan transformasi digitalnya setelah mengidentifikasi lebih dari 100 titik masalah pada timnya. Dengan berfokus pada efisiensi operasional, beberapa proyek digital berikutnya berpusat pada menciptakan standar dan mengimplementasikan tool-tool digital untuk pengadaan di seluruh perusahaan Pertamina dan digitalisasi operasi kilang.

Baik Kimia Farma dan Pertamina akan menerima penghargaan mereka pada28 Agustus 2019 dalam acara Asia IoT Business Platformedisi ke-32. Pemenang Enterprise Innovation Award dari Indonesia akan diundang untuk memamerkan proyek transformasi digital mereka di Singapura pada bulan Februari 2020 bersama dengan pemenang lain dari negara-negara ASEAN, termasuk Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Perindustrian, AIBP berfokus pada inisiatif Indonesia 4.0, termasuk Industri 4.0, Smart City dan Ekonomi Digital, serta menyoroti tantangan yang dihadapi perusahaan lokal dan badan-badan layanan publik dalam mengadopsi dan menerapkan IoT, serta dalam menuntaskan proyek transformasi digital.

Sebuah survei tahunan yang dilaksanakan oleh Asia IoT Business Platform terhadap 1.624 profesional bisnis & teknologi informasi di seluruh Asia Tenggara mengungkapkan bahwa bisnis di belahan dunia ini semakin mengadopsi teknologi digital agar tetap kompetitif.

Dalam beberapa tahun belakangan,kita telah melihat bahwa persentase perusahaan pada tahap pencarian fakta dan tahap eksplorasi telah menurun, sementara jumlah perusahaan yang telah menerapkan solusi IoT telah meningkat secara signifikan di Indonesia. Tahun lalu, 27% perusahaan menyatakan bahwa mereka telah mengeksplorasi solusi IoT, yang merupakan sebuah lompatan besar dibandingkan dengan 10% pada tahun 2016.

Perkembangan yang menggembirakan ini dapat dikaitkan dengan partisipasi aktif dari lembaga pemerintah daerah dalam hal investasi infrastruktur. Pada AIBP tahun lalu, Dr. Ismail dan Semuel Pangerapan, Direktur Jenderal Kominfo membagikan bahwa pemerintah telah berfokus pada penyelesaian proyek infrastruktur, termasuk Proyek Palapa Ring.

Berdasarkan ASEAN Enterprise Digital Transformation Survey yang dilakukan oleh AIBP, 70% pemimpin bisnis di Indonesia puas dengan opsi konektivitas, dibandingkan dengan 48,6% di Filipina, di mana infrastruktur konektivitas masih menjadi masalah.

Hasil lengkap dari survei ini, yang juga menyoroti keadaan transformasi digital di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, akan dipresentasikan pada Asia IoT Business Platform edisi ke-32

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

KUHAP Baru soal Restorative Justice secara Konsep Kacau, Kata Pakar

8 Januari 2026 - 12:28 WIB

Populer HUKUM