INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah kepanikan pascabencana alam yang melanda Sumatra Barat, tawa anak-anak kembali terdengar di Kampung Tanjung, Kelurahan Kuranji. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menghadirkan secercah harapan melalui program “BPJPH Peduli” dengan menggelar kegiatan trauma healing bagi 100 anak pengungsi, Rabu (17/12/2025).
Kepala BPJPH RI Ahmad Haikal Hasan yang akrab disapa Babe Haikal menegaskan, kepedulian terhadap korban bencana merupakan wujud solidaritas yang mengikat seluruh anak bangsa.
“Ada ikatan batin dari Aceh sampai Papua, di mana satu luka terasa oleh semuanya. Dan inilah sebagai bentuk kepedulian dari kami semua,” ujar Babe Haikal dengan tegas.
Menurut data Dinas Sosial Provinsi Sumatra Barat, saat ini tercatat 363 warga terdampak berada di posko pengungsian wilayah Kuranji, dengan 100 orang di antaranya adalah anak-anak. Kondisi inilah yang mendorong BPJPH menggandeng tim psikolog dan guru TK untuk memberikan pendampingan psikososial guna memulihkan kesehatan mental anak-anak pascabencana.
Perhatian Khusus pada Kesehatan Mental Anak
Deputi Bidang Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal BPJPH, EA. Chuzaemi Abidin, yang hadir langsung di lokasi, menyatakan kesehatan mental anak-anak menjadi prioritas utama dalam aksi kemanusiaan ini.
“Kami sangat memperhatikan kesehatan mental anak-anak. Bencana alam ini tentu mengakibatkan trauma yang mendalam bagi mereka hingga dewasa nanti. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mengembalikan keceriaan anak-anak,” kata Chuzaemi di tengah kegiatan.
Ia menambahkan, kehadiran BPJPH merupakan wujud nyata kepedulian agar masyarakat Sumatera Barat dapat segera pulih dan bangkit kembali.
Bantuan Komprehensif untuk Anak-Anak Korban
Selain sesi trauma healing, BPJPH Peduli juga menyalurkan donasi berupa paket makanan ramah anak yang terdiri dari susu, cokelat, biskuit, dan berbagai camilan lainnya. Untuk memberikan semangat, tim juga membagikan berbagai jenis mainan edukatif kepada anak-anak pengungsi.
Setelah kegiatan di Kampung Tanjung, Chuzaemi beserta rombongan melanjutkan perjalanan untuk meninjau kondisi sekaligus memberikan bantuan serupa kepada warga terdampak di Kampung Guo, Kecamatan Kuranji.
Solidaritas Ekosistem Halal untuk Bangsa
Babe Haikal menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan darurat masyarakat tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap pelaku usaha serta sumber daya manusia halal yang terdampak, agar dapat kembali bangkit dan melanjutkan aktivitasnya.
“BPJPH hadir bukan hanya membawa bantuan tetapi juga harapan bahwa mereka tidak sendiri dan bahwa negara bersama seluruh ekosistem halal berdiri di sisi masyarakat,” tegasnya.
Chuzaemi menutup kegiatan dengan menekankan komitmen BPJPH untuk terus bergerak membantu korban di beberapa daerah yang terdampak bencana.
“Kami berharap bantuan dan kegiatan trauma healing ini bermanfaat dan mampu membangkitkan kembali semangat masyarakat,” tutupnya.
Melalui semangat solidaritas kebangsaan, BPJPH mengajak seluruh mitra dan Sahabat Halal untuk terus memperkuat kepedulian dan kebersamaan sebagai bagian dari ikhtiar membangun bangsa yang tangguh, berdaya, dan saling menguatkan dari Aceh hingga Papua.*






