INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjadi instrumen strategis pemberdayaan ekonomi lokal dan penguatan ketahanan pangan nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada sebuah acara penghargaan, yang diunggah di kanal YouTube resmi PKB, Rabu (24/12/2025).
Cak Imin menekankan bahwa Sentra Pangan Bergizi Gratis (SPBG) – unit pelaksana MBG – memiliki peran yang jauh melampaui penyediaan gizi bagi siswa. Ia menyebut SPBG harus menjadi “pemantik ekonomi lokal” yang membangun ekosistem ekonomi di sekitarnya.
“SPBG yang benar adalah SPBG yang mampu membangun ekosistem ekonomi, melibatkan komunitas dan masyarakat pada umumnya untuk tumbuh bersama menjadi entrepreneur,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Cak Imin merinci berbagai dampak ekonomi yang diharapkan dari optimalisasi SPBG:
- Pemberdayaan Komunitas: Menggerakkan produktivitas ibu-ibu dan kaum muda di sekitar SPBG.
- Penguatan Rantai Pasok Lokal: SPBG diwajibkan membeli bahan baku dari petani, peternak, dan UMKM setempat, sehingga uang beredar di ekonomi lokal.
- Penopang Ketahanan Pangan: SPBG berperan strategis menjaga kelancaran distribusi, memperkuat stok pangan lokal, dan mencegah inflasi di sektor pangan.
- Pendorong Ekonomi Konstitusi: Program ini diarahkan untuk mewujudkan ekonomi yang berpijak pada kemandirian dan pengelolaan sumber daya domestik, sesuai dengan arahan Presiden.
Salah satu poin kritis yang disoroti Cak Imin adalah ketergantungan pada bahan impor, khususnya tepung terigu, dalam penyelenggaraan MBG. Ia menilai hal ini bertolak belakang dengan semangat pemberdayaan.
“Masih saja SPBG tidak sadar bahwa yang diproduksinya adalah bahan impor. Contohnya apa? Tepung terigu… Karena tepung itu adalah barang impor yang amat sangat besar ketergantungan kita,” ujarnya.
Ia menginstruksikan agar seluruh SPBG beralih menggunakan produk lokal yang beragam. Ia juga mengapresiasi SPBG dari Maluku yang menyajikan masakan enak tanpa satu pun bahan impor.
Menyadari anggaran program MBG yang sangat besar, yang disebutnya bisa mencapai lebih dari Rp 300 triliun, Cak Imin menekankan pentingnya evaluasi dan penyempurnaan terus-menerus. Prioritas harus diberikan pada pencapaian dampak sosial-ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Setiap rupiah dari APBN hendaknya memberdayakan seluruh komunitas masyarakat kita,” serunya.
Di akhir sambutan, Cak Imin mengajak semua pihak untuk bergotong-royong menjadikan SPBG sebagai titik awal membangun Indonesia yang berdaya, adil, dan sejahtera. Ia juga meminta agar inovasi dan produktivitas SPBG terbaik diekspos luas agar dapat ditiru oleh SPBG lainnya di seluruh tanah air.






