Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

INDAG

Cukai Rp20.000 Per Liter Hambat Daya Saing Bioetanol Indonesia

badge-check


					Foto: dok. rri Perbesar

Foto: dok. rri

INAnews.co.id, Jakarta– Kebijakan cukai yang menyamakan bioetanol untuk bahan bakar dengan alkohol konsumsi disebut menghambat pengembangan energi bersih di Indonesia. Produsen bioetanol masih dikenakan cukai Rp20.000 per liter, membuat harga tidak kompetitif.

“Bagaimana mungkin kita mau kompetitif dan mendorong konsumen jika produknya sendiri masih dikenakan cukai,” kritik Abra Talattov dalam diskusi INDEF, Jumat (26/12/2025). Ia mendesak pemerintah meninjau ulang kebijakan fiskal ini, minimal menurunkan atau bahkan menghapus cukai bioetanol.

Abra mengingatkan pengalaman 2022 ketika harga minyak dunia menembus $100 per barel, menyebabkan subsidi dan kompensasi energi Indonesia membengkak lebih dari Rp500 triliun. “Sekarang momentumnya tepat untuk diversifikasi energi karena harga minyak sedang turun, tapi kebijakan fiskal justru menghambat,” tegasnya.

Sementara itu, Kukuh Kumara menekankan konsumen sensitif terhadap harga. “Kalau ditambah beban, masyarakat akan bertanya: saya dapat untungnya apa?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI