Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

KEUANGAN

Membedah Kontradiksi Kebijakan Moneter BI yang Dianggap Berhalusinasi

badge-check


					Foto: dok. swa Perbesar

Foto: dok. swa

INAnews.co.id, Jakarta– Membedah kontradiksi kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang dianggap “berhalusinasi” dengan menargetkan pertumbuhan tinggi, sementara instrumen yang digunakan justru meredam penyaluran kredit ke sektor riil.

Analis INDEF Eko Listiyanto memberikan catatan pedas terhadap kinerja kebijakan moneter 2025. Meski BI Rate diturunkan lima kali menjadi 4,75 persen untuk mendorong pertumbuhan, hasilnya nihil. Pertumbuhan ekonomi tetap stagnan di sekitar 5 persen. Eko menuding instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai biang keladi. “SRBI ini cukup melenakan bagi bank,” katanya, Senin (29/12/2025).

Dengan imbal hasil SRBI yang menarik (4-5%), perbankan lebih memilih “cuan” instan ini daripada menyalurkan kredit yang berisiko ke sektor riil. Akibatnya, pertumbuhan kredit hanya menyentuh 7,76 persen, jauh dari angka 15-20 persen yang secara historis diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen,

“Kalau mau 6 persen, harus berani mentargetkan kredit dua kali lipat dari capaian saat ini,” tegas Listianto. Ia menyimpulkan, selama ketergantungan pada SRBI tinggi, target pertumbuhan 6-8 persen hanyalah “halusinasi”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL