Menu

Mode Gelap
Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya CBA Desak Kejati Jabar Usut Pengadaan PC di Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Keamanan Susu Bayi Harus Jadi Prioritas Aksi Buruh 15 Januari Akan Digelar di DPR, Bawa 4 Tuntutan CBA: Dugaan Anggaran Pembongkaran 98 Tiang Monorel Rp100 Miliar dan Berpotensi Mark Up

GERAI HUKUM

Menyoroti Kasus Kereta Cepat Whoosh yang Belum Tuntas

badge-check


					Foto: dok. CNBC Perbesar

Foto: dok. CNBC

INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Prabowo dinilai baru menyelesaikan tanggung jawab eksternal proyek kereta cepat Whoosh, sementara dugaan korupsi internal tidak tuntas. Kritik ini disampaikan Mahfud MD dalam catatan akhir tahun 2025.

Mahfud mengapresiasi langkah Prabowo mengambil alih tanggung jawab pembayaran kepada pihak China. Namun ia mempertanyakan penanganan dugaan korupsi besar-besaran melalui kesalahan prosedur, pemindahan mitra kerja sama, dan pembengkakan biaya.

“Bagaimana ke dalam? Yaitu dugaan terjadinya korupsi besar-besaran,” ujarnya. Mahfud juga menyoroti tidak adanya pembahasan dengan DPR padahal UUD Pasal 11 mensyaratkan persetujuan DPR untuk kerja sama dengan pihak asing yang memerlukan biaya besar negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya

13 Januari 2026 - 16:29 WIB

Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi

12 Januari 2026 - 18:49 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Populer GERAI HUKUM