Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

NASIONAL

LBH Soroti Pembungkaman di Tengah Bencana

badge-check


					Foto: dok. UGM Perbesar

Foto: dok. UGM

INAnews.co.id, Jakarta– Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang mengecam keras intimidasi dan teror terhadap jurnalis serta kreator konten yang melaporkan kondisi bencana di Sumatra.

Direktur LBH Padang, Diki, menyatakan terdapat upaya kontrol informasi oleh negara yang bertentangan dengan Pasal 28E UUD 1945 dan Pasal 19 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik.

“Negara hadir sebagai pengendali informasi. Teman-teman media dibatasi meliputi, bahkan karya jurnalistiknya dihapus,” ungkap Dick dalam konferensi pers YLBHI, Ahad.

Menurutnya, pendekatan intimidatif ini menciptakan “chilling effect” di masyarakat. Beberapa aktivis Greenpeace dan influencer mengalami teror setelah menyuarakan kritik terhadap penanganan bencana.

Diki menekankan bahwa dalam situasi darurat kemanusiaan, kritik publik seharusnya menjadi evaluasi bagi pemerintah, bukan direspons dengan intimidasi. Ia juga menyoroti statement pejabat publik yang menganggap situasi darurat hanya terjadi “di media sosial saja.”

LBH menilai hal ini sebagai pelanggaran terhadap kemerdekaan pers dan kebebasan berekspresi warga negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri

24 Februari 2026 - 17:12 WIB

Diplomasi Tarif Prabowo-Trump Gagal Total dan Konyol

23 Februari 2026 - 18:48 WIB

Populer NASIONAL