INAnews.co.id, Jakarta– Menanggapi polemik ijazah mantan Presiden Jokowi, Guru Besar UGM, Zainal Arifin Mochtar mengkritik kampus yang menggunakan pihak dianggap bias untuk membantah isu, sehingga membuat persoalan makin rumit.
“Letak kesalahan UGM adalah membantah dengan menggunakan orang yang dianggap bias,” kata Zainal menganalisis penanganan isu ijazah Jokowi oleh almamaternya dengan Akbar Faizal yang tayang Senin (5/1/2025).
Ia mencontohkan penggunaan Rektor UGM yang kemudian dihajar dengan berbagai isu bias. “Coba bayangkan kalau yang umumkan itu Ketua Kagama Ganjar Pranowo misalnya,” ujarnya memberikan alternatif.
Zainal sendiri memilih tidak fokus pada isu ijazah karena khawatir mengalihkan perhatian dari isu kebijakan yang lebih substansial. “Saya khawatir ruang publik dikacaukan sehingga kita ribut soal ijazah, kelupaan dengan kebijakan negara,” jelasnya.






