Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Ketua Komnas Perempuan: Kepemimpinan dengan Hati Bukan Berarti Tidak Logis

badge-check


					Foto: Maria Ulfah Anshor (kanan)/tangkapan layar Perbesar

Foto: Maria Ulfah Anshor (kanan)/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta- Maria Ulfah Anshor, Ketua Komnas Perempuan, menegaskan bahwa memimpin dengan nurani atau hati merupakan karakter kuat kepemimpinan perempuan yang sering disalahpahami. Menurutnya, kepemimpinan dengan hati justru lebih luas cakupannya dibanding hanya mengandalkan logika.

“Memimpin dengan hati bukan berarti menjadi tidak logik. Hati itu lebih luas, lebih lapang areanya dibanding memimpin hanya dengan otak,” ujar Maria dalam wawancara di kanal YouTube Komnas Perempuan, Selasa (6/1/2025).

Maria menjelaskan bahwa kepemimpinan perempuan mengedepankan empati dan kepedulian tanpa mengabaikan prinsip logika dan rasionalitas. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pikiran, ungkapan, dan sikap perilaku dalam memimpin.

Mantan anggota DPR periode 2004-2009 ini juga menyoroti budaya patriarki yang masih mendominasi praktik kepemimpinan di Indonesia, seperti sistem kerja DPR yang sering rapat hingga tengah malam tanpa mempertimbangkan tanggung jawab keluarga.

“Dunia ini menjadi seolah-olah dunia laki-laki yang mengabaikan bahwa kita semua, baik perempuan maupun laki-laki, ketika berkeluarga punya tanggung jawab terhadap orang terdekat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro

9 Januari 2026 - 07:36 WIB

Populer POLITIK