INAnews.co.id, Jakarta– Pakar hukum tata negara Feri Amsari mengungkapkan pernyataan mengejutkan Presiden Prabowo Subianto saat belum menjadi presiden. Dalam video lama, Prabowo menyebut jumlah minimal Rp300 miliar sebagai syarat bagi kandidat yang ingin maju sebagai gubernur dalam Pilkada.
“Kalau ada orang datang ke partai saya terus minta jadi gubernur, yang saya tanya bukan dia sekolah apa, prestasinya apa, pengalaman manajemennya di birokrasi apa. Enggak. Yang saya tanya lu punya uang berapa?” ungkap Feri menirukan pernyataan Prabowo dalam wawancara dengan Abdel Achrian yang tayang Senin (12/1/2026).
Feri menekankan ironi situasi ini, mengingat Prabowo kini menjabat sebagai presiden dan kerap menyebut politik Indonesia “tiring” atau melelahkan karena mahalnya biaya politik. “Bayangkan orang itu sekarang jadi presiden dan bilang politik kita itu tiring, messy, costly. Yang buat costly itu dia, orang-orang partai termasuk presiden,” kritik Feri.
Akademisi Universitas Andalas ini menegaskan bahwa Rp300 miliar tersebut belum menjamin kemenangan, melainkan hanya untuk bisa bertanding. “Belum tentu menang. Tapi kalau di parlemen bisa diatur semua itu, asal menang di atas Rp300 miliar bisa diusahakan oleh mereka,” jelasnya.
Feri juga menyoroti praktik politik uang yang semakin tinggi. Ia mengungkapkan kasus di salah satu daerah Sulawesi saat Pemungutan Suara Ulang (PSU), di mana satu keluarga ditawarkan hingga Rp60 juta untuk memilih kandidat tertentu.






