INAnews.co.id , Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BNI yang digelar di Jakarta, Jumat (30/8/2019), menetapkan posisi Direktur Utama tidak berubah dan tetap dijabat oleh Ahmad Baiquni.
Baiquni menilai perubahan susunan direksi oleh pemegang saham merupakan hal yang biasa dan menyebut perubahan susunan manajemen yang dilakukan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas telah disiapkan dengan matang.
“Tidak ada alasan khusus. Menurut penafsiran kami, tadi pergantian ini karena melihat latar belakang pengalaman individu yang pernah berada di posisi sebelumnya,” ujar Baiquni dalam konferensi pers di Menara BNI, Jakarta, Jumat (30/8).
Ahmad Baiquni sebelumnya diangkat dalam RUPS BNI pada 17 Maret 2015 dan mendapat persetujuan dari OJK pada 16 April 2015.
Lahir tahun 1957, Baiquni memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S1) dari Universitas Padjadjaran dan Sarjana (S2) dari Business Management, Asian Institute of Management, Makati, Filipina.
Sebelumnya dia menjabat sebagai Direktur Keuangan BRI (2010 – 2015), Direktur Bisnis Usaha Kecil Menengah dan Syariah BNI (2008-2010), Direktur Korporasi BNI (2006 – 2008) dan Direktur Konsumer BNI (2003-2006).






