Menu

Mode Gelap
Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, 10 Orang di Dalam Pesawat Wan Daud Disebut sebagai “Rumi Zaman Sekarang” dalam Peluncuran Buku Terbarunya Pulihkan Kelistrikan Aceh Tamiang, PLN Kualasimpang Fokus Keamanan Warga Tumpukan Kayu di Lubuk Sidup Aceh Tamiang Mulai Dibersihkan Makanan Siap Saji Berteknologi, Solusi Logistik Cepat Untuk Bantuan Bencana Sumatera Pengurus GAKESLAB Indonesia Provinsi DK Jakarta Masa Bakti 2025–2029 Resmi Dikukuhkan

SOSIAL

Wan Daud Disebut sebagai “Rumi Zaman Sekarang” dalam Peluncuran Buku Terbarunya

badge-check


					Foto: peluncuran buku terbaru karya Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud Perbesar

Foto: peluncuran buku terbaru karya Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud "Pohon Kebaikan: Peradaban Fadilah", Sabtu (17/1/2026)

INAnews.co.id, Depok– Buku terbaru karya Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud berjudul “Pohon Kebaikan: Peradaban Fadilah” diluncurkan pada Sabtu (17/1/2026) di Depok, Jawa Barat, dengan pujian tinggi dari para tokoh intelektual Muslim. Prof. Khalif Muammar bahkan menyebut Prof. Wan sebagai “Rumi-nya zaman sekarang”, menggarisbawahi pentingnya karya ini bagi generasi masa kini.

Dalam acara peluncuran tersebut, tiga pembicara memberikan apresiasi mendalam terhadap karya yang memadukan puisi, pemikiran, dan sejarah peradaban Islam ini. Habiburrahman El Shirazy, novelis terkenal, menilai buku ini sebagai karya paling komprehensif yang mengulas peradaban Islam di Tanah Melayu saat ini, dengan keunikan menggabungkan unsur tasawuf dan semangat harakah (gerakan).

“Puisi dapat dikategorikan sebagai puisi-puisi pemikiran. Ini kelebihan. Puisi dominan wadah pemikiran dibandingkan sebagai wadah perenungan,” ujar Habiburrahman. Ia mengaku selalu berbahagia membaca puisi Prof. Wan Daud karena temanya yang kaya dan idenya yang padat. Puisi favoritnya adalah “Satu Tindakan Merobah Sejarah”.

Prof. Khalif Muammar menekankan bahwa buku ini bukan sekadar kumpulan puisi, tetapi juga buku sejarah yang mengajarkan prinsip universal Islam. “Zaman kita ini zaman paling hebat. Kita perlu bekal yang hebat. Ajaran nabi kekal sepanjang masa,” katanya. Menurutnya, penulis ingin menyampaikan keteguhan atas prinsip ajaran Nabi yang kekal sepanjang masa.

Khalif Muammar juga menyoroti satu bab yang berkaitan dengan penjajahan, menekankan perlunya keberanian bagi generasi pewaris para nabi untuk menyanggah dan membetulkan keadaan. “Generasi penerus harus bersama-sama memperjuangkan pewaris nabi. Jalan mesti ada panduan, bimbingan dari ulama sebagai pewaris para nabi,” tegasnya.

Sementara itu, Adian Husaini menyampaikan evaluasi masa lalu dalam presentasinya, berulang kali menyinggung peran setan dalam konteks peradaban. Dengan penuh emosi, ia mengaku hampir menangis saat mendengar isi tulisan dalam buku tersebut. “Bahagia kita mendengar yang disampaikan dalam tulisan ini,” ujarnya.

Peluncuran buku “Pohon Kebaikan: Peradaban Fadilah” ini menandai kontribusi penting Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud dalam khazanah intelektual Islam kontemporer, khususnya dalam memadukan sastra, pemikiran, dan sejarah peradaban Islam di Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Makanan Siap Saji Berteknologi, Solusi Logistik Cepat Untuk Bantuan Bencana Sumatera

16 Januari 2026 - 16:57 WIB

Gakeslab Indonesia Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Sumatera Dan Rehabilitasi RSUD Aceh Tamiang

10 Januari 2026 - 13:06 WIB

Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi

9 Januari 2026 - 22:52 WIB

Populer SOSIAL