INAnews.co.id, Jakarta– Said Didu menyebut kawasan IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah, sebagai simbol penyerahan lima kedaulatan Indonesia sekaligus kepada China. Kawasan ini dinilai telah menjadi “negara dalam negara” karena tidak ada aturan Indonesia yang berlaku di sana.
“Lima kedaulatan IMIP itu sudah diserahkan oleh Jokowi. Kedaulatan ekonomi, politik, hukum, wilayah, dan pengelolaan sumber daya alam terjadi di IMIP,” ungkap Didu kepada Indra J. Piliang di Forum Keadilan TV, Senin (19/1/2026).
Didu menjelaskan, di kawasan tersebut terdapat sekitar 90 industri namun yang terdaftar hanya 60. Pelabuhan di sana mendekati kapasitas Tanjung Priok dengan kemampuan menampung 20 kapal besar sekaligus, plus 30 tongkang untuk batu bara. Yang lebih mengkhawatirkan, pelabuhan ini sangat dekat dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) internasional.
“Di dalam kawasan itu petunjuk-petunjuknya pun dalam bahasa Mandarin. Semua mobil, bus, truk tidak bayar pajak. Tidak ada sopir Indonesia,” jelasnya.
Berbeda dengan tambang Vale dan lainnya di wilayah sama yang berlaku aturan ketenagakerjaan, perbankan, dan pajak Indonesia, di IMIP tidak ada aturan Indonesia yang berlaku. Bahkan terdapat tiga pabrik baja di sana yang menyebabkan Krakatau Steel mengalami kerugian besar.
Didu juga mengungkap ada insiden tentara Indonesia yang lari dikejar pekerja China di wilayah tersebut, namun tidak ada tindakan tegas dari pemerintah.






