Menu

Mode Gelap
Pilkada Lewat DPRD Lebih Murah dan Kurangi Risiko Korupsi Istana Tanggapi Mens Rea: Nikmati sebagai Stand Up Comedy Pererat Sinergi, LSM Garda Timur Indonesia Jalin Silaturahmi dengan Kodaeral VIII Manado Melalui Letkol Rudy Strategi Prabowo Biayai Program Besar: Dari Hilirisasi-Sita Kebun Sawit Ilegal Program Sekolah Rakyat untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan Pegawai SPBG Mudah Jadi ASN, Guru Honorer Puluhan Tahun Terabaikan

POLITIK

Pilkada Lewat DPRD Lebih Murah dan Kurangi Risiko Korupsi

badge-check


					Foto: dok. ICW Perbesar

Foto: dok. ICW

INAnews.co.id, Jakarta– KSP M Qodari membela wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD dengan argumen efisiensi biaya dan pengurangan risiko korupsi.

“Sistem pemilih lewat DPRD pasti biaya penyelenggaraannya jauh lebih murah daripada pemilihan langsung. TPS kita ada 1 juta seluruh Indonesia, tiap TPS misalnya 10 orang, 10 juta yang terlibat. Biayanya berapa?” jelasnya dalam wawancara dengan Helmy Yahya, Jumat (23/1/2025).

Qodari menekankan dana yang dihemat bisa dialihkan untuk program langsung ke rakyat seperti Sekolah Rakyat dan cek kesehatan gratis.

Soal demokratis, Qodari menegaskan pemilihan tidak langsung tetap demokratis. “Konstitusi kita mengatakan kepala daerah dipilih secara demokratis, tidak kemudian secara eksplisit mengatakan secara langsung. Demokratis itu bisa langsung bisa tidak langsung,” katanya.

Mengenai korupsi, Qodari yakin risikonya akan menurun. “Mengawasi 280 juta orang versus 600 kabupaten/kota kali 50 anggota DPRD, tentu akan lebih mudah,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Program Sekolah Rakyat untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan

26 Januari 2026 - 15:43 WIB

Pegawai SPBG Mudah Jadi ASN, Guru Honorer Puluhan Tahun Terabaikan

26 Januari 2026 - 14:43 WIB

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Populer POLITIK