Menu

Mode Gelap
YLBHI Kecam Kesepakatan Prabowo dengan Trump Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

Uncategorized

Walikota Bitung Setujui Program Cetak Petani Milenial

badge-check


					Walikota Bitung Setujui Program Cetak Petani Milenial Perbesar

INAnews.co.id Bitung- Pertanian adalah sektor penting bagi Indonesia sebagai negara agraris, tapi berbagai persoalan dilapangan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk benar-benar membuat sektor strategis ini menjadi primadona, 3 September 2019.

Stigma buruk terhadap profesi petani yang terbangun selama ini menjadi salah satu penghalang kurangnya minat orang untuk menjadi petani.

Di negara-negara berkembang banyak anak muda berpendidikan tinggi justru mulai melirik usaha dibidang ini, sebab mereka telah menyadari bahwa industri pertanian sebagai penghasil terbesar dari produk pangan yang merupakan kebutuhan primer umat manusia.

Fenomena ini sangat positif dalam rangka regenerasi petani yang masih di dominasi oleh angkatan tua diatas 50 tahun.

Dalam upaya mendorong minat masyarakat terlebih generasi muda untuk terjun dalam kegiatan usaha tani yang dinilai memiliki prospek menjanjikan.

Seorang praktisi pertanian kota Bitung Henry Roy Somba,ST menggagas Program Cetak Petani Milenial yang telah disampaikan kepada pemerintah kota dan telah disetujui Walikota Bitung Max J. Lomban untuk dilaksanakan dalam waktu dekat.

Program ini secara teknis akan dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Bitung dengan Menggandeng Organisasi Gerakan Petani Muda Indonesia Kota Bitung.

“Intinya menciptakan petani muda yang berorientasi bisnis dengan konsep usaha pertanian berbasis sosial (socioagropreneurship) dimana calon petani muda yang di bina mampu melibatkan petani lain disekitarnya untuk menjalankan usahanya,” tutur Henry.

Henry menambahkan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari workshop, magang dan pendampingan usaha.

“Nanti agar program ini dapat berjalan dengan baik dan benar kita akan lakukan secara bertahap,” ucap Henry.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ironi Penegakan Hukum: Aktivis Literasi Diburu, Massa Penjarah Terorganisir Lolos

20 Februari 2026 - 18:46 WIB

Fatwa Pembiayaan Bermasalah Baru Ada untuk Murabahah

16 Februari 2026 - 22:38 WIB

Ikrar Nusa Bhakti Kritisi Anggaran Rp17 Triliun untuk BoP Trump

4 Februari 2026 - 09:42 WIB

Populer Uncategorized