INAnews.co.id, Jakarta– Meski Indonesia menjadi pasar terbesar industri game di Asia Tenggara dengan 154 juta pemain dan kapitalisasi 2 miliar dolar AS, developer lokal hanya menguasai 5 persen pangsa pasar. Sebanyak 95 persen didominasi developer luar negeri.
Peneliti Center of Industry, Trade, and Investment INDEF, Agung Satria Permana, mengungkapkan kesenjangan besar antara potensi dan realisasi industri game Indonesia. Dari total nilai pasar 2 miliar dolar AS, developer asing menguasai hampir seluruhnya.
“Ini menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan industri game di Indonesia,” ujar Agung dalam podcast Watch on Economy, Selasa (3/2/2026).
Menurut Agung, developer lokal masih tertinggal dalam teknologi dan game engine dibanding kompetitor luar negeri. Selain itu, skala ekonomi yang belum efisien membuat dana yang seharusnya untuk marketing malah tersedot untuk produksi.






